World-Trade-Center-AttackLiputanIslam.com — Selama bertahun-tahun sebagian publik Amerika telah meyakini bahwa pemerintah Amerika terlibat dalam Serangan WTC. Pada tahun 2002 lalu Michael Moore menulis buku “Stupid White Men” dan dilanjutkan dengan film dokumenter “Fahrenheit 911” yang memaparkan dengan jelas keterlibatan Presiden George Bush Jr dan keluarga kerajaan Saudi Arabia dalam serangan tersebut.

Puluhan kelompok masyarakat seperti asosiasi insinyur, asosiasi pemadam kebakaran, hingga para veteran pejabat keamanan dan inteligen Amerika telah mengirim petisi penolakan terhadap klaim pemerintah tentang Serangan WTC dan tuntutan diadakannya penyelidikan independen atas insiden tersebut. Tidak terhitung media-media dan blogger independen yang memaparkan secara mendetil konspirasi Serangan WTC.

Pada bulan Desember 2013 blog milik kelompok “oposisi” Tea Party, Family Security Matters, menuliskan laporan keterlibatan kepala inteligen Saudi, Pangeran Bandar bin Sultan dalam Serangan WTC. Sedikit berbeda dengan Michael Moore yang menekankan George W Bush sebagai konspirator utama dibantu kerajaan Saudi Arabia, maka laporan yang dibuat oleh Paul Sperry dari Hoover Institute tersebut menekankan pada peran sentral Bandar bin Sultan sebagai konspirator utama dengan dibantu oleh George W Bush.

Tapi benarkah hal itu yang sebenarnya terjadi? Mengapa, baik Michael Moore maupun Paul Sperry tidak menyinggung keterlibatan Israel dan lobi yahudi Amerika? Mengapa mereka tidak menyinggung tentang “5 dancing Israelis”, yaitu 5 agen Mossad yang menyamar sebagai pelajar Israel yang ditangkap polisi New York saat berpesta ria setelah merekam runtuhnya Gedung WTC? Mengapa mereka tidak menyinggung kedatangan Benjamin Netanyahu pada hari terjadinya Serangan WTC? Mengapa mereka tidak menyinggung tentang Larry Silverstein, pemilik Kompleks WTC berdarah yahudi dengan dikenal dekat dengan para pejabat Israel?

Baik Michael Moore maupun Paul Sperry adalah “agen provokator” zionis internasional yang ditugaskan untuk mengalihkan perhatian publik dari keterlibatan Israel dan orang-orang yahudi, sama seperti Alex Jones dari Prisons Planet. Sementara Family Security Matters bukanlah  sembarang blog. Ia adalah salah satu corong dari AIPAC, organisasi yahudi Amerika yang sangat berpengaruh. Editornya termasuk Senator Ted Cruz, mantan Menlu Condoleeza Rice dan mantan dubes Amerika di PBB yang sangat anti Islam, John Bolton.

Pemerintah Amerika dan Saudi tentu saja terlibat dalam konspirasi Serangan WTC, namun aktor utamanya adalah para zionis internasional.

Selama ini sebagian besar publik Amerika masih percaya pada keterangan pemerintah Amerika tentang Serangan WTC, yaitu sekelompok anggota Al Qaida dengan cara yang ajaib berhasil menerobos sistem keamanan bandara-bandara Amerika, membajak pesawat-pesawat komersil dan dengan ajaib pula mengendalikan pesawat-pesawat jet besar tersebut menghantam Menara Kembar WTC dan Gedung Pentagon.

Namun keterangan pemerintah itu tidak menjelaskan mengapa sistem pertahanan udara Amerika yang sangat canggih itu tiba-tiba “mogok bekerja” sehingga pesawat-pesawat itu leluasa menabrakkan dirinya ke sasaran. Keterangan itu juga tidak menyebutkan runtuhnya Gedung WTC 7, gedung 47 lantai di kompleks WTC yang ikut-ikutan runtuh meski tidak terkena serangan.

Seiring berkembangnya informasi, terutama karena adanya internet dan media-media massa independen, masyarakat Amerika pun kini percaya bahwa Serangan WTC adalah sebuah kejahatan konspirasi.

Akhir tahun lalu dua anggota legislatif Amerika (Congress) Stephen Lynch (D-MA) dan Walter Jones (R-NC), secara resmi mengajukan tuntutan kepada Presiden Barack Obama untuk “membongkar” laporan investigasi tentang Serangan WTC.

Berdasarkan otoritas yang diberikan, mereka berdua mendapatkan 28 halaman laporan yang “disembunyikan” pemerintah dari 800 laporan yang lengkap. 28 halaman dari laporan tersebut adalah satu bab berjudul “Specific Sources of Foreign Support“. Dari laporan yang diberikan kepada Congress, antara 5 ribu hingga 10 ribu kata telah dihilangkan dan diganti dengan titik-titik.

Temuan itu membongkar tidak hanya keterlibatan negara “asing” dalam kejahatan Serangan WTC, namun juga keterlibatan pemerintah Amerika sendiri. Suara 2 orang anggota legislatif itu bisa dipastikan tidak akan mengubah banyak keadaan, namun setidaknya menjadi preseden baru bagi upaya pembongkaran konspirasi WTC.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL