palestina muslimOleh: Putu Heri

Keharmonisan hidup antar pemeluk agama di Holy Land (tanah suci) Palestina, seolah menjadi penyejuk ditengah panasnya hujan timah Israel. Dalam serangan ofensifnya di Jalur Gaza beberapa bulan yang lalu, mau tak mau – penduduk Gaza yang kehilangan rumahnya—harus mengungsi di berbagai titik. Dan Holy Familiy School, sekolah yang dikelola oleh Gereja Katolik ini, menjadi tempat berlindung bagi sekitar 800 Muslim Palestina.

Dari laporan telegraph.uk, Anwar Al-Kitanani, 34 tahun, bersama keempat anaknya, harus kehilangan rumah atas serangan brutal Zionis Israel di kawasan Sheijaiya. Ia pun mengungsi di Holy Family School. Dan selama pengungsian, ia diperlakukan dengan sangat baik oleh pihak gereja. Ia mendapatkan makanan dan minuman, bebas beribadah maupun beristirahat. Serangan Operation Protective Edge Zionis Israel ke Jalur Gaza, telah membunuhi ribuan orang. Namun semasif apapun serangan itu, tidak mampu membunuhi rasa cinta dan kemanusiaan.

Potret kebersamaan antar ummat beragama itu, juga bisa kita saksikan di Ende, Flores Selatan. Beberapa hari terakhir ini, ummat Muslim dan para tetangga, atau keluarganya yang beragama Kristen dan Katolik, bergotong-royong memasang berbagai atribut perayaan Natal di tempat-tempat umum. Mereka memasang dekorasi pohon Natal di persimpangan jalan-jalan besar.

Keluarga Muslim yang memiliki anggota keluarga beragama Katolik atau Kristen, berkunjung sambil memabawakan berbagai bahan makanan, juga membantu memasak beragam hidangan. Dan puncaknya, pada perayaan Natal, maka seusai melaksanakan shalat Subuh, mereka akan menjaga sepanjang sudut-sudut jalan dan sekitaran gereja di seantero kota, bersama aparat keamanan, menjaga hingga misa selesai sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Lalu setelahnya, mereka akan saling berkunjung, mengeratkan silaturahmi antar pemeluk agama. Berbagai hidangan akan disajikan, dipisahkan antara hidangan halal untuk Muslim dan untuk yang biasa dikonsumsi pemeluk Katolik ataupun Kristen. Semua ikut bergembira dalam suasana yang penuh rukun dan tawa. Tidak ada prasangka ataupun rasa ketakutan, bahwa bergembira bersama ummat yang berlainan agama akan membawa petaka bagi keimanan.

Jika kita melihat kebelakang, pada tahun 628 Nabi Muhammad Saw pernah mengeluarkan Piagam Anugerah kepada biarawan St. Catherine Monastery di Mt. Sinai. Piagam tersebut, memuat beberapa klausul yang melingkupi aspek-aspek hak asasi manusia termasuk perlindungan bagi umat Kristen, kebebasan beribadah dan bergerak, kebebasan untuk menunjuk hakim-hakim dan menjaga property mereka, pembebasan dari wajib militer, dan hak untuk dilindungi dalam perang.

Indonesia sendiri, merupakan sebuah negara yang terdiri dari berbagai agama dan kepercayaan, dan seringkali, perbedaan-perbedaan ini dijadikan sebagai pemicu konflik. Karenanya, hari ini Indonesia menghadapi tantangan besar: bagaimana menjadikan perbedaan ini sebagai realitas sosial, bukan sesuatu hal yang harus dipertentangkan.

Mursyid Ali, dalam karyanya ‘Pluralitas Sosial dan Hubungan Antar Agama’ menyebutkan, ada beberapa beberapa opsi dalam masyarakat untuk menjawab keberagaman keagamaan. Pertama adalah menerima kehadiran orang lain atas dasar konsep hidup berdampingan secara damai. Kedua, mengembangkan kerjasama sosial- keagamaan melalui berbagai kegiatan yang secara simbolik memperlihatkan dan fungsional mendorong proses pengembangan kehidupan beragama yang rukun. Ketiga adalah mencari titik temu agama-agama untuk menjawab problem, tantangan dan keprihatinan umat manusia.

Jika ketiganya berhasil dihidupkan, maka tidak mustahil, keberadaan gubernur tandingan ala FPI sebagai imbas atas keberatannnya dipimpin oleh seorang yang beragama Kristen seperti Ahok, atau penyegelan GKI Yasmin di Bogor, hingga berbagai bentuk intimidasi atas pihak lain yang berbeda keyakinan dan pemahaman seperti yang dialami oleh komunitas Syiah dan Ahmadiyah, tidak akan terulang kembali. Semoga. (LiputanIslam.com)

Redaksi menerima sumbangan untuk rubrik Opini, silahkan kirimkan ke redaksi@liputanislam.com

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL