jasonKiev, LiputanIslam.com — Amerika telah menghabiskan $5 miliar untuk menggalang kekuatan kelompok-kelompok pro barat di Ukraina demi melengserkan pemerintahan terpilih Victor Yanukovich.

Kini, yang didapat Amerika adalah rezim boneka yang tidak memiliki legitimasi dan terancam dalam pemilu yang sudah pasti harus digelar secepatnya. Maka, adakah yang lebih rasional bagi Amerika dari: menciptakan kerusuhan  yang memberikan alasan bagi Amerika untuk mendaratkan pasukannya dan menduduki Ukraina?

Rencana seperti itulah yang baru-baru berhasil dibongkar oleh kelompok hacker “Anonymous” baru-baru ini dengan mempublikasikan e-mail Asisten Atase Militer Amerika di Ukraina Jason P. Gresh dengan seorang pejabat penting militer Ukraina bernama Igor Protsuyuk.

Dan inilah sebagian dari isi e-mail tersebut

Igor,
peristiwa-peristiwa bergerak cepat di Krimea. Teman-teman kita di Washington berharap pada aksi-aksi yang lebih penting dari jaringan Anda.
Menurut saya, kini tiba saatnya untuk mewujudkna rencana yang pernah kita diskusikan baru-baru ini. Tugas Anda adalah menciptakan beberapa masalah di tempat-tempat penghubung transportasi di wilayah Tenggara untuk mem-“frame-up” tempat itu.
Itu akan menciptakan kondisi yang dibutuhkan bagi Pentagon dan Perusahaan untuk bertindak.
Jangan buang-buang waktu, temanku.

Hormat saya,
JP
Jason P. Gresh
Lieutenant Colonel, U.S. Army
Assistant Army Attaché
U.S. Embassy, Kyiv
Tankova 4, Kyiv, Ukraine 04112
(380-44) 521 – 5444 | Fax (380-44) 521 – 5636

Di antara aksi-aksi kekerasan yang direncanakn oleh Amerika melalui Jason P. Gresh dan jaringan Igor Protsuyuk, sebagaimana disebutkan dalam email-email yang dibongkar “Anonymous” adalah meledakkan pesawat-pesawat  dan menyerang bandara-bandara udara yang semuanya akan dituduhkan kepada pasukan khusus Rusia.

“Penguasa baru di Kiev telah terbukti sebagai kelompok kriminal sebagaimana diprediksi oleh Catherine Ashton dari Uni Eropa dan banyak pejabat Eropa lainnya,” tulis Gordon Duff dalam artikelnya terkait dengan pembongkaran plot terorisme Amerika tersebut, di Press TV, Jumat (14/3).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*