angry-birdsTeheran, liputanislam.com – Kantor berita ISNA baru-baru ini melaporkan bahwa biro spionase Amerika (NSA) dan Inggris (GCHQ) mampu mencuri data-data pribadi seseorang lewat program-program HP, seperti game Angry Birds. Selain bisa menyadap berbagai data dari i-Phone dan HP berbasis Android, dua biro ini juga dapat mengetahui usia, jenis kelamin, dan lokasi si pengguna. Begitu pula informasi soal afiliasi politik orang yang bersangkutan.

Fakta-fakta ini dibocorkan oleh Edward Snowden dan dimuat di harian Guardian dan New York Times hari Senin lalu. Dengan cara ini, NSA dan GCHQ bisa menyalahgunakan data-data dengan memanfaatkan sejumlah program yang mereka luncurkan di internet. Selain perangkat mobile, informasi dan foto-foto yang disimpan di Facebook dan Twitter pun bisa disalahgunakan dua biro spionase ini.

Terkait hal ini, GCHQ dalam sebuah laporan di tahun 2008 pernah menyatakan: ”Siapa pun yang memanfaatkan Google Map dalam smartphone-nya, sebenarnya sangat menguntungkan kami.”

Dua biro ini mendeteksi semua lokasi perangkat mobile di dunia. Selain itu, GCHQ juga mampu menyadap percakapan orang-orang dan menyalakan perangkat mobile yang dinonaktifkan.

Fakta-fakta yang dibeberkan Snowden menambah kekhawatiran masyarakat terhadap kinerja biro-biro spionase dan badan teknologi. Mereka takut akan penyalahgunaan data-data pribadi, khususnya di luar Amerika yang penjagaannya tidak begitu ketat.(ISNA)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL