Washington, LiputanIslam.com–Jurnalis Annalisa Merelli dari Quartz mencatat sebuah fenomena dukungan terhadap presiden di saat-saat krisis geopolitik. Fenomena ini terjadi kepada Presiden AS Donald Trump di mana angka penerimaan rakyat AS terhadapnya naik setelah ia aktif melakukan interfensi militer di negara lain.

Dalam tulisan yang dimuat Quartz pada Senin lalu, Merelli mencatat bahwa pada tanggal 18 April setelah Trump memerintahkan serangan ke pangkalan udara Suriah dan menjatuhkan “Ibu dari semua bom” di Afghanistan, angka penerimaan Trumpnaik sekitar 5 persen dibanding akhir bulan Maret.

Merelli juga menjelaskan bagaimana peperangan dapat berefek ke pandangan publik. President Truman, Kennedy dan George Bush, Sr., contohnya, juga mendapat kenaikan angka penerimaan rakyat setap kali terjadi krisis internasional.

Pada faktanya, tulis Merelli, tak lama setelah Presiden Bush menjabat di Gedung Putih, angka penerimaan rakyat terhadapnya melonjak sampai 35 persen ketika dia memulai agresi di Timur Tengah setelah peristiwa 9/11.

Lebih jauh lagi, Merelli menjelaskan peran media atas fenomena seperti ini.

“Pemboman Suriah membuat Trump menerima berbagai pujian dari pengamat politik AS [lewat media], terutama mereka yang dulu sangat kritis atas pemerintahannya. Mereka menyebut langkahnya tersebut ‘presidensial’ dan memuji perhatiannya untuk menyerang Suriah.” katanya. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL