Washington, LiputanIslam.com–Sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat yang memeluk agama Islam telah menjadi “target operasi serangan psikologis oleh kaum neo-konservatif dan Zionis.” Demikian kata pengamat politik Amerika, Scott Bennett, dalam wawancara dengan Press TV pada Senin (4/3).

Dua anggota parlemen yang dimaksud adalah Ilhan Omar (D-Minn.) dan Rashida Tlaib (D-Mich.). Kedua wanita ini merupakan anggota Muslim pertama yang menduduki House of Representatives sejak Januari lalu. Keduanya juga merupakan sosok yang vokal mengkritik kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina.

Bennett memuji Omar karena berhasil ”bangkit dan memiliki keberanian berbicara kebenaran terkait Israel dan AIPAC (Komite Hubungan Publik Amerika-Israel).”

Pada bulan lalu, Omar menulis serangkaian tweet berisi pengakuan bahwa banyak rekan-rekannya sesama pejabat parlemen AS terikat dengan kepentingan lobby pro-Israel AIPAC.

Akibat keberanian Omar, baru-baru ini sebuah poster digantung di gedung negara bagian Virginia Barat oleh pejabat partai Republik yang menghubungkan Omar dengan serangan teroris 11 September 2001.

Poster tersebut menunjukkan foto Menara Kembar yang terbakar, dengan kalimat di bawahnya tertulis, “Kalian bilang, jangan pernah lupa [serangan 9/11]”. Lalu di bawahnya tertempel foto Omar dengan kalimat, “Saya [Omar] buktinya—Kalian sudah lupa,”.

“Jadi, kita sekarang menyaksikan penyebaran propaganda yang sangat menarik dan itu dimulai dengan menargetkan orang Muslim di Kongres,” kata Bennett.

“Saya pikir ini adalah bagian dari operasi psikologis yang dibuat oleh negara bayangan dan neo-konservatif, serta Zionis, seperti yang telah kita lihat dengan penangkapan Marzieh Hashemi,” lanjutnya.

Namun, Bennett tetap berpikir positif bahwa “dunia, dan terutama orang-orang Amerika, tidak akan menerima propaganda semacam ini,” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*