radinKualalumpur, LiputanIslam.com — Seorang anggota parlemen Malaysia tersandung kasus “anti-semitisme” dan dipaksa untuk meminta ma’af. Mantra “anti-semit” itu terbukti telah menjangkiti kawasan Asia Tenggara yang tidak memiliki hubungan emosional apapun dengan yahudi.

Bila beberapa waktu lalu musisi top Indonesia Ahmad Dhani tersandung kasus “baju Nazi”, anggota parlemen Malaysia Bung Mokhtar Radin baru-baru ini tersandung kasus serupa. Ia dianggap telah menyinggung rakyat Jerman dan kaum yahudi internasional ketika memberikan selamat terhadap timnas Jerman yang berhasil masuk ke babak final Piala Dunia dengan mengalahkan Brazil 7-1.

Sebagaimana dilaporkan CNN, Kamis (10/7), dalam ucapan selamat yang ditulis di akun Twitternya hari Selasa (8/7), Radin menulis: “WELL DONE.. BRAVO… LONG LIVE HITLER…”

Ucapan yang dianggap anti-semit itu kontan mengundang berbagai kecaman di antara ribuan pengikut politisi UMNO tersebut. Bahkan Perdana Menteri Najib Razak pun turut berkomentar sinis terhadap Bung Mokhtar Radin.

Dubes Jerman di Malaysia pun mengomentari pernyataan itu, “suatu khiasan yang tidak bisa diterima tentang rezim fascis Adolf Hitler.”

Pada hari Kamis, (10/7) asosiasi warga keturunan Cina di Malaysia juga menuntut pernyataan ma’af dari Bung.

“Dari menghina wanita sebagai orang cacat, Datuk Bung Mokhtar tidak aneh dengan kontroversial. Dan kini ketidak bijaksanaannya dengan menyamakan kemenangan tim Jerman dengan Hitler akan membuat Malaysia menjadi pusat perhatian yang negatif sekali lagi.”

Dalam kicauannya menyinggung pernyataan Radin hari Kamis (10/7), Najib Razak menulis kepada sekitar 2 juta pengikutnya: “Komentar yang dibuat oleh Datuk Bung Moktar tidak bisa diterima dan keliru, dan ia akan menarik ucapannya itu.”

Razak pun menambahkan, “Ia (Radin) tidak berbicara untuk warga Malaysia, atau warga Malaysia umumnya yang memahami masa lalu Eropa yang tragis dan menghargai persatuannya yang modern.”

Menerima banyak kritikan tajam, terutama dari perdana menteri, mendorong Radin untuk meminta ma’af.

“Ketika Jerman menghempaskan Brazil, saya secara tidak sengaja mengucapkan sesuatu yang melukai masyarakat Jerman. Saya minta ma’af. Panjang umur Bung.”

Namun tidak lama kemudian ia kembali mengeluarkan pernyataan yang kontroversial.

“Coba mengatakan hal seperti ini di Eropa, dan lihat bagaimana cepat Anda ditembak jatuh. Saya khawatir mereka akan menembak Anda terlebih dahulu.”

Sebelumnya, pada hari Rabu (9/7), kepada media Malaysia Star Online, ia mengatakan: “Saya tidak tahu apa yang salah dengan masyarakat. Hitler adalah bagian dari sejarah dan tim Jerman bertempur sepertinya (Hitler).”(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL