netanyahuTel Aviv, LiputanIslam.com—Anggota parlemen dari Joint Arab List melakukan walk out saat Perdana Menteri Israel, Netanyahu, memberikan pidato mengawali sesi musim dingin parlemen pada Senin (31/10/16).

Anggota The Joint Arab List  mengatakan aksi itu adalah bentuk protes atas rencana pemboikotan koalisi Netanyahu kepada mereka. The Joint Arab List adalah aliansi politik antara 4 partai yang didominasi warga Arab-Israel, yaitu Hadash, United Arab List, Balad, dan Ta’al. Mereka adalah faksi ketiga terbesar dalam Knesset (parlemen) periode ini.

Koalisi Netanyahu dilaporkan marah kepada anggota the Joint List karena memboikot pemakaman mantan presiden Israel, Shimon Peres, pada 30 September lalu.

Ahmad Tibi, salah satu anggota Joint Arab List mengecam rencana pemboikotan itu sebagai “tindakan yang baru pertama kali dilakukan.”

“Menyerukan boikot kepada keseluruhan anggota faksi yang mempresentasikan sebuah populasi dalam masyarakat, belum pernah terjadi,” kata Tibi di media sosial.

Anggota lain, Ayman Odeh, juga mengatakan kepada reporter bahwa ia tidak terkejut dengan tindakan yang menurutnya adalah bagian dari “kebijakan fasis dan rasis” rezim Israel.

“Meski jika Anda meninggalkan rapat pleno, bahkan jika Anda menutup mata rapat-rapat, kami akan tetap di sini,” tutur Odeh, ditujukan kepada Netanyahu dan koalisinya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL