kantor-dprdDenpasar, LiputanIslam.com — Belum sebulan dilantik menjadi wakil rakyat, Dewa Nyoman Rai Adi, anggota DPRD Provinsi Bali menuntut agar gaji dinaikkan menjadi 50 juta. Gaji yang diterima sekarang, dianggap terlalu kecil. Kenaikan jatah bulanan tersebut dipandang penting, karena selama ini pendapatan para anggota dewan jalan di tempat.

“Selama ini (gaji) itu-itu saja. Gaji pokok ditambah tunjangan, kira-kira hanya Rp 24 juta,” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan, seperti dikutip dari Metrotvnews.

Kata dia, pendapatan Rp 24 juta tiap bulan tersebut adalah pendapatan kotor. “(Pendapatan) Rp 24 juta itu (pendapatan) kotor. Karena belum dipotong untuk Gatriwara, fraksi, partai, dan lain sebagainya. Praktis yang kita terima sangat kecil,” tuturnya.

Menurut Dewa Rai, idealnya setiap bulan wakil rakyat di Renon mendapatkan jatah sekitar Rp 50 juta. “Idealnya (pendapatan dewan) dua kali (Rp 24 juta) itu. Ya, Rp 50 juta. Itu baru ideal. Sekarang terlalu kecil. Apalagi ini di Bali,” tegasnya.

Dewa Nyoman Rai membandingkan pendapatan anggota dewan di Renon dengan daerah-daerah lainnya. Ini ironis, padahal sebagai daerah pariwisata justru biaya hidup di Bali relatif cukup tinggi dibandingkan daerah lain.

“Coba lihat daerah-daerah di luar Bali, seperti di Jawa Timur. Anggota dewan dapatkan (gaji) tinggi, sementara biaya hidup mereka jauh lebih kecil dibandingkan dengan Bali,” ucapnya.

Hal yang tak kalah penting, menurutnya gaji yang kecil justru memberikan celah bagi dewan untuk mencari jalan lain dalam menambah penghasilannya. Itu sebabnya, wakil rakyat perlu diberikan penghasilan yang tinggi. Dengan demikian, mereka akan fokus meningkatkan kinerja dan tidak mencari-cari celah untuk mengeruk uang rakyat.

“Saya menjamin, gaji Rp 50 juta membuat dewan tidak akan korupsi, atau sekedar mencari ceperan,” ujarnya. (ph)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL