hizbollah troopsAnkara, LiputanIslam.com – Pemimpin kelompok oposisi yang didukung barat, SNC, mengakui bahwa Hizbollah telah menggagalkan kemenangan pemberontak Suriah.

Menurut laporan yang dikutip kanal berita “Arabi Press”, pemimpin SNC Ahmad Jarba, dalam wawancara televisi menyatakan, ”Riwayat Damaskus nyaris tamat, namun kehadiran Hizbullah merubah keadaan, khususnya di Homs, Qaishar, dan pinggiran Damaskus.”

Jarba mengklaim, ada 40 ribu orang asing yang bertempur membela negara Suriah.

“Kami-lah yang memerangi ISIL, bukan Hizbullah,” akunya. “’Revolusi Suriah’ akan segera berakhir dan menggulingkan pemerintah sekarang. ISIL, Hizbullah, dan pemerintah Suriah adalah tiga musuh yang kami perangi.”

Jarba yang berkantor di Turki itu menegaskan bahwa ledakan-ledakan di Lebanon adalah reaksi atas kehadiran Hizbullah di Suriah. Dia berharap agar Hizbullah menarik anggotanya dari Suriah dan kembali ke Lebanon. Menurutnya, beberapa bulan sebelum ini, dia telah meminta Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang memerintahkan agar semua milisi angkat kaki dari Suriah.

Jarba menambahkan, ”Orang-orang Lebanon ada di hati kami. Kami mengapresiasi semua orang merdeka yang menjadi tuan rumah warga Suriah di Lebanon. Namun, dalam pertemuan Genewa II, saya tidak berterima kasih kepada Lebanon. Sebab, Menlu Lebanon yang merupakan pendukung Hizbullah, hadir dalam rapat itu. Saya tak mau dia merasa saya berterima kasih kepadanya.”

Jarba menganggap penting kunjungannya ke Rusia usai pertemuan Genewa II atas undangan resmi Moskow.

“Saat ini, Moskow serius menghormati aliansi terbesar oposisi Suriah. Dahulu, hubungan kami memang buruk, tapi kini mulai membaik,” jelasnya.(BT/ISNA)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL