threatTel Aviv, LiputanIslam.com–Sebuah organisasi kemanusiaan Israel, B’Tselem, menyatakan perlawanannya terhadap aktivitas pembangunan pemukiman ilegal Israel dalam pertemuan di  PBB, Sabtu (22/10/16). Mereka juga mengatakan mereka akan meneruskan kampanye anti-pendudukan meski mendapat banyak ancaman dari Tel Aviv.

Pernyataan itu dikeluarkan B’Tselem setelah David Bitan, pemimpin parlemen dan partai Likud Israel, mengancam akan mencabut kewarganegaraan Direktur Eksekutif B’Tselem, Hagai El-Ad.

Dalam interview di Channel 2 Israel pada Jumat (21/10/16), Bitan mengatakan ia sedang memikirkan kemungkinan legal untuk menindak El-Ad dan mendakwanya sebagai pelanggar kepercayaan rezim.

Pada 14 Oktober, El-Ad mendatangi pertemuan Dewan Keamanan PBB dalam rangka mendiskusikan perluasan pemukiman ilegal Tel Aviv. Ia mengecam 49 tahun “ketidakadilan yang diderita Palestina, dan kontrol Israel terhadap kehidupan di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem timur [al-Quds].”

Komentar El-Ad itu membuat marah Netanyahu. Perdana Menteri Israel itu bersumpah akan menghalangi warga Israel untuk menjadi reawan di B’Tselem.

Menjawab respon Netanyahu, B’Tselem mengatakan mereka akan “terus menyuarakan kebenaran: penjajahan di Palestina harus dihentikan.”

Duta besar Israel untuk PBB, Danny Danon, merespon negatif terhadap pernyataan B’Tselem.

“[Fakta yang] menyedihkan dan mengecewakan bahwa organisasi Israel itu memberikan alasan moral untuk menolak aktivitas Israel [di Palestina]…” kata Danon. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL