Anas-SBYJakarta, LiputanIslam.com–Setelah mendapat vonis 8 tahun penjara, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum menyebut-nyebut ada ‘Pinoko’ melalui akun Twitter-nya. Dalam akun Twitter pribadinya, @anasurbaningrum, Anas menyebut ada sosok sakti yang disebutnya sebagai ‘Pinokio’, yang dalam persidangan dapat membuat majelis Pengadilan Tipikor lebih mempercayai saksi yang dihadirkannya.

“Pinokio memang sakti. Bisa menghipnotis orang-orang “shalih” yang bertugas menegakkan hukum. #makmumpinokio *abah” tulis akun @anasurbaningrum, Kamis (25/9).

Dia menambahkan, di balik Pinokio, ada sosok yang lebih sakti di belakangnya. Mereka ini yang mengatur bagaimana si Pinokio harus bekerja.

“Persekutuan jahat Pinokio dan para pembantunya dengan tangan-tangan Kubas akan dibuka oleh sejarah kelak. #makmumpinokio *abah.”

Entah siapa yang dimaksud Anas sebagai Pinokio. Yang jelas, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jaksa menilai Anas terbukti bersalah menerima pemberian hadiah atau janji terkait proyek Hambalang. Menurut jaksa, awalnya Anas berkeinginan menjadi calon presiden RI sehingga berupaya mengumpulkan dana. Untuk mewujudkan keinginannya itu, Anas bergabung dengan Partai Demokrat sebagai kendaraan politiknya dan mengumpulkan dana. Dalam upaya mengumpulkan dana, menurut jaksa, Anas dan Nazar bergabung dalam perusahaan Permai Group. Anas disebut telah mengeluarkan dana senilai Rp 116, 525 miliar dan 5,261 juta dollar Amerika Serikat untuk keperluan pencalonannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat itu. Uang itu berasal dari penerimaan Anas terkait pengurusan proyek Hambalang di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), proyek di perguruan tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), dan proyek lain yang dibiayai APBN yang didapat dari Permai Group.

Menjawab tuduhan jaksa ini, Anas dalam pledoinya menyebut-nyebut Ibas. Menurut Anas, pengadilan terhadap dirinya sesungguhnya mengadili proses politik, yakni Kongres Partai Demokrat 2010. Dengan demikian, KPK seharusnya memeriksa semua peserta Kongres 2010, termasuk mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng serta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie yang juga mencalonkan diri sebagai ketua umum Demokrat dalam Kongres 2010 bersama Anas.

“Terasa amat jelas mengadili 1/3 kongres karena yang diadili salah satu saja dari tiga kandidat. Kontestan yang lain adalah Ketua DPR dan menteri yang dalam kategori penyelenggara negara,” ujarnya.

Dia menilai, seharusnya KPK juga memeriksa Ibas. Menurut Anas, sebagai panitia pengarah, putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu mengetahui penyelenggaraaan Kongres Partai Demokrat.

Sebelumnya, pada 20/4/2014, peneliti Indonesia Corruption Watch, Tama Satya Langkun, setelah vonis Anas dijatuhkan, pengusutan atas dugaan keterlibatan nama-nama lain, termasuk anak bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie ‘Ibas’ Baskoro Yudhoyono, dan beberapa perusahaan dalam pusaran kasus korupsi proyek P3SON Hambalang, proyek-proyek lain, dan pencucian uang Anas Urbaningrum tetap bisa dilanjutkan.(dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL