Washington, LiputanIslam.com—Berbagai serangan teror di Amerika tidak bisa dibatasi hanya dengan demografi agama. Justru, mayoritas penembakan massal di negeri Paman Sam ini dilakukan oleh pria kulit putih. Demikian pernyataan seorang analis Amerika, Keith Preston, kepada Presstv pada Rabu (4/10/17).

“Sudah jelas bahwa pria kulit putih melakukan banyak terorisme di AS, khususnya disebabkan oleh rasisme dan dibawahnya oleh agama,” kata editor AttacktheSystem.com itu.

Penembakan massal di Las Vegas, Nevada, pada Minggu lalu, telah menewaskan setidaknya 59 orang dan melukai lebih dari 500 orang. Kejadian itu merupakan teror senjata terparah dalam sejarah AS, dan sekali lagi menunjukkan angka kejahatan senjata yang ekstrem di Negeri Paman Sam.

Sang penembak, Stephen Paddock (64), adalah pria kulit putih. Analis mengatakan, menjadi kulit putih membuat seseorang terhindar dari label teroris.

Menurut George Ciccariello-Maher Extreme, professor di Universitas  Drexel, teror Las Vegas  ini disebabkan oleh “Trumpisme” dan “white victimization (kulit putih yang dikorbankan)”.

“Pria kulit putih meyakini bahwa mereka berhak atas segala sesuatu. Ini yang terjadi ketika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan,” kata Cicariello-Maher. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL