Naypydaw, LiputanIslam.com–Tindakan persekusi Muslim Rohingya di Myanmar telah menjadi perbincangan hangat berbagai media internasional. Namun, tak banyak disadari publik bahwa sejatinya masalah utama dalam kasus ini adalah Dewan Keamanan PBB. Demikian kata analis Maung Zarni dalam wawancara kepada Press TV pada Kamis (30/8/17).

Menurut Zarni, PBB telah mengabaikan fakta lapangan di Myanmar dan gagal mengakhiri penderitaan Muslim Rohingya. “Dewan Keamanan PBB benar-benar tak bertindak, seperti yang mereka lakukan dalam isu-isu lainnya,”

“PBB sudah rusak dan tidak lagi bekerja untuk mendukung komunitas yang dikorbankan dan ditindas di seluruh dunia,” ujar Zarni.

Tentara Myanmar telah dituduh melakukan pembantaian terhadap warga Muslim Rohingya yang hidup di wilayah Rakhine. Para penduduk dan aktivis mengatakan bahwa tentara telah menembaki warga sipil, meliputi perempuan dan anak, secara membabi buta.

Pihak berwenang di Myanmar melaporkan pada Senin (28/8) bahwa hampir 100 orang telah menjadi korban sejak sekelompok orang bersenjata melancarkan serangan pada Jum’at lalu.

Ro Nay San Lwin, seorang aktivis Rohingya sekaligus blogger yang tinggal di Eropa, mengatakan bahwa sekitar 5000 – 10.000 orang telah diusir dari tempat tinggal mereka akibat serangan tersebut.

San Lwin bekerjasama dengan  aktivis lapangan di Rakhine, melaporkan bahwa masjid dan madrasah pun dibakar habis. Kebiadaban militer ini menyisakan ribuan umat Muslim terdampar tanpa makanan dan tempat tinggal. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL