Washington, LiputanIslam.com–Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu adalah seorang “oportunis” yang akan berhasil meyakinkan Presiden AS Donald Trump agar bersikap keras terhadap Iran. Demikian kata jurnalis dan analis asal Skotlandia, John Wight.

Wight yang sebelumnya pernah menulis di kantor berita internasional seperti The Independent, The Huffington Post, Foreign Policy Journal dan Counterpunch menyatakan hal tersebut dalam wawancara dengan Press TV, Senin (13/02/17).

Menurut Wight, Netanyahu yang akan bertemu Trump di Washington, DC pada Rabun nanti, akan memaksa Amerika Serikat untuk lebih menekan Iran lewat kebijakan-kebijakan luar negeri mereka.

Ketika ditanya apakah Netanyahu akan berhasil mencapai tujuannya itu, Wight mengatakan, “Saya pikir dia akan berhasil, melihat Donald Trump yang jelas-jelas menyatakan Iran sebagai bête noire dari Amerika Serikat…”

“Dia mengecam kesepakatan P5+1 berkaitan dengan program nuklir Iran. Dan dia pernah berbicara mengenai kemungkinan menggagalkan kesepakatan tersebut meskipun itu adalah kesepakatan internasional, bukan perjanjian bilateral antara Washington dan Tehran,” katanya.

 

‘Flynn adalah seorang tokoh Islamophobia’

“Namun yang lebih penting lagi, penasehat keamanan Trump Michael Flynn, adalah seorang tokoh Islamophobia,” kata Wight.

“Maka dari itu, Mr. Flynn tampaknya memikul kebencian tertentu terhadap Iran. Dia sebelumnya pernah mengatakan tentang keharusan adanya ‘perubahan rezim’ di Iran, dan dia pernah mengatakan Islam adalah ‘kanker ganas’… dan ‘agama penyakit’ yang harus disembuhkan,” ujar Wight.

Lebih jauh lagi, Wight menyatakan bahwa Netanyahu “jelas-jelas berencana melakukan eksploitasi di saat Obama tidak lagi berkuasa di Gedung Putih… dan dia mencoba menghancurkan Iran dengan alasan bahwa Iran adalah ancaman bagi Israel dan AS.” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL