Washington, LiputanIslam.com—Menlu AS Mike Pompeo telah melakukan pendekatan ‘seperti preman’  kepada Korea Utara, sehingga membuat pihak itu ‘tesinggung’. Demikian kata E. Michael Jones, seorang penulis dan analis politik dari Indiana.

Jones, yang juga merupakan komentator media dari majalah Culture Wars, memaparkan analisisnya dalam sebuah wawancara telepon kepada Press TV pada Selasa (10/7/18).

Belum lama ini, menlu AS Pompeo melakukan pertemuan dengan para pejabat Korut untuk menyelesaikan isu senjata nuklir. Namun, setelah pertemuan itu berakhir, pemerintah Korut merilis pernyataan bahwa negosiasi itu “mengecewakan”. Mereka pun menuding AS berperilaku “seperti preman” atas rencana denuklirisasi.

Pejabat AS, Lindsey Graham, menyalahkan sikap dingin Korut itu kepada pengaruh Cina di tengah ketengangan isu dagang antara Washington dan Beijing.

Namun, menurut Jones, kegagalan negosiasi tersebut disebabkan oleh sikap Mike Pompeo sendiri. “Itu sudah jelas,” katanya.

“Mike Pompeo adalah seorang preman yang pernah bekerja di CIA. Dia sombong, mendorong orang-orang, memberikan permintaan sepihak, dan pihak Korut menjadi tersinggung, dan mereka mundur. . . Jadi masalah utamanya berasal dari Mike Pompeo,” paparnya.

Mengenai pernyataan Lindsey Graham bahwa Cina bersalah atas masalah ini, Jones menilai bahwa Graham adalah “salah satu orang yang selalu mencari alasan untuk perang,”

“Lindsey Graham tidak pernah menemukan perang yang tidak ia sukai. Dia adalah salah satu penghasut perang terbesar di Kongres AS,” ujarnya.

“Jadi apa yang terjadi di sini bukan pengaruh jahat Cina, tapi pertunjukkan komedi kekeliruan,” imbuhnya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*