Washington, LiputanIslam.com—John Bolton, yang baru ditunjuk oleh Presiden Donald Trump sebagai penasihat keamanan nasional AS baru, dinilai sebagai orang yang berbahaya dan beresiko membuat kebijakan yang agresif dan militan terhadap Korea Utara dan Iran.

Demikian analisis dari majalah Foreign Policy beberapa waktu yang lalu.

Bolton ditunjuk oleh Trump sebagai pengganti Gen. H.R. McMaster pada Kamis (22/3/18). Penunjukannya ini telah menciptakan pembentukan salah satu tim keamanan nasional paling agresif di Gedung Putih sepanjang sejarah.

Menurut FP, Bolton pernah mendukung invasi AS di Irak pada 2003. Sampai kini, dia masih meyakini bahwa “kebijakan luar negeri paling berbahaya adalah ide yang bagus,”

Sebelum AS dan sekutu melakukan invasi di Irak, Bolton dilaporkan sempat mengatakan kepada pejabat Israel bahwa setelah Saddam Hussein dijatuhkan, target selanjutnya haruslah Suriah, Iran, dan Korea Utara.

“[Bagi Bolton], hanya sedikit masalah internasional di mana perang bukanlah jawaban,” tulis FP.

Dalam kasus Korea Utara, McMaster mendukung penyelesaian konflik secara diplomatik, karena sebagai orang yang mengerti militer, dia tahu biaya yang harus keluar jika terjadi perang.

Sebaliknya, Bolton telah menghabiskan masa karirnya untuk merusak hubungan diplomasi dengan Korea Utara dan “terlihat sangat berhasrat akan perang militer”. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL