Wiscounsin, LiputanIslam.com–Serangan  11 September 2001 merupakan bagian dari proyek  Islamophobia yang dirancang oleh Israel. Proyek ini dibuat dalam rangka menggantikan komunisme dengan “terorisme Islam” sebagai ancaman global baru yang dapat melancarkan agenda Tel Aviv dan sekutunya.

Pernyataan di atas diucapkan oleh Kevin Barrett, seorang analis politik asal Madison, Wisconsin, AS, dalam wawancara dengan Press TV mengenai ancaman terhadap Muslim AS di bawah pemerintahan Donald Trump.

Sebelumnya, sebuah studi dari The Pew menunjukkan bahwa hampir tiga perempat Muslim AS melihat Trump tidak bersahabat dengan mereka.

65% Muslim seperti wanita berhijab melaporkan pernah mendapat perilaku diskriminasi, ancaman, atau dipanggil dengan sebutan menghina.

“Trump masuk ke Gedung Putih di atas gelombang Islamophobia yang ia besarkan,” kata Barrett. “Islamophobia seperti ini telah menjadi basis kohesi politik Amerika sejak serangan 11 September 2001.”

Barret manilai bahwa sekutu terbesar AS, Israel, telah merancang kejadian 9/11 dan membuat itu sebagai alasan menggantikan komunisme dengan terorisme Islam sebagai “musuh masyarakat terbesar selanjutnya.”

Israel menurutnya adalah “penerima manfaat terbesar” dari tren Islamophobia.

Selain itu, Barret juga mengatakan bahwa Trump, meski dia tidak tahu menahu tentang hubungan internasional, namun dia punya “intuisi kuat” dalam kebijakan populis. Dia tahu bahwa pendekatan Islamophobia akan memikat pemilih Amerika.

Selama kampanyenya, Trump menyatakan bahwa “Islam membenci kita,” dan memberi ide untuk melarang Muslim masuk ke Amerika secara total. Dan, hanya tujuh hari setelah dia menjabat sebagai presiden, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk melarang warga dari 7 negara bermayoritas Muslim untuk masuk ke AS. (ra/resstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL