Washington, LiputanIslam.com–Lonjakan penjualan senjata Inggris kepada rezim represif seperti Arab Saudi dan Bahrain memperlihatkan betapa negara-negara Barat mau mengorbankan HAM jika itu menguntungkan bagi mereka sendiri. Demikian penilaian seorang analis politik, Ryan Dawson, dalam wawancara dengan Press TV beberapa waktu lalu.

“Semua negara Barat mengaku mendukung HAM. Namun, realitanya adalah perilaku mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka katakan. Inggris telah menaikkan penjualan senjata ke Saudi setelah banyaknya laporan mengenai pelanggran HAM di Yaman..,” kata Dawson.

“Alih-alih menghentikan [penjualan] dan menginvestigasi laporan, mereka malah menjual lebih banyak lagi,” imbuhnya.

Ia menambahkan, satu-satunya cara menghentikan penjualan senjata adalah dengan memberitahu rakyat Inggris mengenai konsekuensi tindakan oportunistik seperti itu.

“Satu-satunya yang bisa menghentikan pemerintah Inggris adalah rakyat Inggris sendiri,” tukasnya.

Laporan menyatakan, ekspor senjata Inggris ke Saudi naik 23 kali lipat yaitu hampir 4 milyar pounds sejak tahun 2015. Padahal, di saat itu publik dunia sudah mengetahui bahwa Saudi melakukan agresi berdarah ke Yaman sejak bulan Maret tahun itu. Lebih dari 12.000 orang, mayoritas penduduk sipil, terbunuh dalam agresi tersebut.

Angka ini menimbulkan ketakutan jika penjualan senjata Inggris ke negara-negara dengan catatan kemanusiaan yang dipertanyakan, akan tambah melonjak setelah mereka keluar dari Uni Eropa. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL