New York, LiputanIslam.com—Di tengah banyaknya serangan retorika para pejabat AS terhadap Korea Utara, Negeri Paman Sam itu tampaknya tidak akan benar-benar mengirim serangan nuklir kepada Korut. Demikian analisis dari ahli politik dan militer asal New York, Michael Burns.

Komentar itu dinyatakan Burns dalam wawancara kepada Press TV pada Senin (4/12/17) dalam topik mengenai proyeksi kekuatan militer AS terhadap Korut.

Di hari yang sama, sejumlah jet perang F-22 milik AS dilaporkan sampai di Korea Selatan untuk digunakan dalam latihan militer antar kedua negara. Sekitar 12.000 tentara berpartisipasi dalam program ini yang akan berakhir pada Jumat depan. Hal ini dianggap oleh Korut sebagai provokasi militer dan hanya akan membuat ketegangan semakin tinggi.

Korut memperingatkan bahwa latihan militer oleh AS dan Korsel itu “menciptakan situasi di mana perang nuklir akan pecah kapan saja” di Semenanjung Korea.

Melihat hal ini, Burns menilai tidak akan ada perang nuklir antara AS dan Korut.

“Kita tidak akan melakukan serangan awal kepada Korea Utara. Ada penolakan publik yang besar terhadap tindakan itu,” jelasnya.

Ia mencatat bahwa program latihan militer yang dilakukan AS dan Korsel bukan dalam rangka menyerang Korut, namun hanya sekedar latihan militer bersama.

“[AS] mempersiapkan militer untuk sekedar meningkatkan kesiapan, dan untuk membuat Presiden Trump dan pemerintahnya terlihat lebih kuat dalam menonjolkan kekuatan Amerika dan menekan Korut. Tidak lebih dari itu,” katanya.

Gedung Putih telah memperingatkan bahwa mereka sudah siap menggunakan senjata nuklir terhadap Korut jika negara itu terus memberikan ancaman kepada Washington atau sekutunya. Sebagai jawaban, Pyongyang menegaskan bahwa mereka tidak akan melepaskan senjata nuklir sampai Washington menghentikan kebijakan merugikan kepada negeri pimpinan Kim Jong-un itu. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL