New York, LiputanIslam.com—Dukungan pemerintah AS kepada Arab Saudi  atas tindakan brutal mereka di Yemen memperlihatkan fakta bahwa AS dan Saudi memiliki pandangan yang sama terkait HAM dan penderitaan manusia. Demikian kata seorang analis dan penyiar radio asal New York, Don DeBar, dalam wawancara kepada Press TV pada Selasa (17/10/17).

“HAM penting bagi AS sebagai alat retorika untuk melakukan intervensi di negara lain,” kata DeBar.

“Apakah AS peduli dengan HAM? Sudah jelas bahwa aliansi mereka dengan Saudi di perang Yaman mengindikasikan mereka tidak peduli,” tambahnya.

DeBar mengungkapkan mengenai laki-laki dan perempuan tidak punya hak di Arab Saudi dan hanya sekelompok kecil orang di negara itu yang mengontrol semua hal.

Sementara itu, organisasi Amnesty International juga pernah mengumpulkan daftar 100 cara pemerintah Trump dalam menyelewengkan HAM di AS dan seluruh dunia.

Washington telah lama memberikan dukungan militer kepada Saudi seperti dengan memasok pengisi bahan bakar pesawat tempur dan secara intelijen. Menurut data dari military.com, AS telah memasok pelayanan pengisi bahan bakar kepada 10.400 pesawat.

Meski bantuan militer kepada Saudi dalam perang Yaman sudah dimulai sejak Presiden Barack Obama, kerjasama antar kedua negara ini meningkat secara signifikan di bawah pemerintahan Donald Trump.

Menurut penghitungan terbaru, perang ini telah menewaskan 12.000 warga Yaman dan melukai ribuan lainnya. Agresi militer Saudi juga merusak berbagai fasilitas dan infrastruktur negara, yaitu rumah sakit, sekolah, dan pabrik. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL