stephen-lendmanChicago, LiputanIslam.com—AS dan Israel mencoba menutupi kesalahan mereka dalam serangan 11 September 2001 dengan mengarahkan perhatian dunia ke Arab Saudi sebagai pihak yang bersalah. Demikian penyataan Stephen Lendman, seorang analis politik, penulis, dan penyiar radio di Chicago.

Lendman mengatakan hal itu pada Rabu (28/09/16), ketika sedang membicarakan penentangan Barack Obama terhadap undang-udang yang memperbolehkan korban 9/11 menuntut Arab Saudi.

Undang-undang pembentukan Badan Keadilan Terhadap Aksi Terorime (JASTA) yang sudah disetujui oleh Kongres pada 9 September lalu, cepat-cepat diveto oleh Obama dengan alasan akan merugikan keamanan nasional Amerika dan aliasinya.

Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter, juga menolak pembentukan tersebut dengan alasan itu akan ‘menghancurkan’ militer AS.

“Skenario dalam serangan 9/11 tidak terjadi secara kebetulan—semuanya sudah direncanakan baik-baik,” kata Lendman kepada Press TV.

“Sudah jelas bahwa tragedi 9/11 adalah apa yang saya sebut sebagai ‘induk’ dari segala macam operasi bendera palsu (false flag),” lanjut Lendman. “Operasi bendera palsu ini adalah kejahatan yang dilakukan oleh Amerika dan Israel dengan menuduh pihak lain sebagai yang bersalah.”

Ia juga menambahkan bahkan jika kedua dewan Kongres menolak veto  Obama atas undang-undang 9/11 itu, tetap saja tidak akan ada harapan untuk para korban 9/11 dalam memenangi klaim apapun terhadap Saudi.

“Mereka [para korban] pada akhirnya akan lenyap… Meskipun Arab Saudi punya kekayaan yang sangat besar, mereka tidak akan pernah membayar 2 sen pun kepada korban serangan 9/11,” pungkasnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL