Washington, LiputanIslam.com—Pemerintah AS telah diokupasi oleh Israel selama berdekade, namun saat ini mereka benar-benar berada di bawah kontrol fraksi paling kejam dan brutal di Tel Aviv. Demikian kata seorang peneliti dan analis politik Amerika, Dr. Kevin Barrett.

Dr. Barrett memaparkan hal ini dalam wawancara dengan Press TV ketika membicarakan rencana AS keluar dari Dewan HAM PBB, dengan alasan bahwa badan itu bias anti Israel.

Ancaman keluar dari Dewan HAM PBB ini disampaikan oleh duta AS untuk  PBB, Nikki Haley, pada tahun lalu.

“Pemerintah Trump sekali lagi memperlihatkan bahwa mereka benar-benar dikontrol oleh Tel Aviv atas keputusan mereka keluar dari Dewan HAM PBB,” kata Dr. Barrett.

“PBB selalu menjadi macan tak bergigi ketika bertindak melawan Israel yang merupakan penjahat HAM paling buruk, setidaknya dalam basis per kapita. [Israel] adalah negara yang sangat kecil namun menjadi kelompok koloni Barat terakhir yang brutal,” paparnya.

“Jadi mengapa pemerintah Trump yang seharusnya merepresentasikan Amerika Serikat, bukan Israel, melakukan langkah ini? Well, jawabannya jelas.  Pemerintah Trump adalah pemerintahan preman yang dikontrol oleh sindikat kejahatan dunia, yang terhubung ke Israel,” jelasnya.

Sindikat kejahatan yang dimaksud oleh Dr. Barrett adalah sindikat kejahatan beretnis Yahudi yang awalnya dipimpin oleh Meyer Lansky. Lansky merupakan pemimpin semua organisasi kejahatan di dunia, terutama di Barat.

Sekarang, setelah dia [Lansky] meninggal, sindikat ini melibatkan orang-orang seperti Sheldon Adelson, pengusaha kaya Los Angeles dan penyokong Trump.

“Dan ini artinya bahwa AS yang telah dijajah oleh Israel selama berdekade… kini benar-benar berada di bawah kontrol kelompok preman paling kejam dan brutal yang markasnya di kawasan pendudukan Palestina,” simpulnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*