tysonKentucky, LiputanIslam.com–Anak perempuan dari pelari terkemuka Amerika Tyson Gay, Trinity Gay, terbunuh akibat peluru nyasar di Kentucky, Minggu (16/10/16).

Trinity yang berumur 15 tahun mendapat luka tembak di lehernya ketika ia sedang berada di dalam sebuah restoran di Lexington. Ia meninggal setelah dibawa ke rumah sakit.

Polisi melaporkan baku tembak yang terjadi dilakukan oleh dua kelompok pria asing dari dalam mobil. Dua orang tersangka telah ditahan, dan investigasi masih terus dilakukan.

“Dia tidak bertahan. Saya sangat kebingungan,” kata Tyson Gay. “Dia di sini dari minggu lalu untuk libur musim gugur. Ini sangat gila. Saya tidak tahu apa yang terjadi.”

Sama seperti ayahnya, Trinity adalah seorang pelari 100-meter dan 200-meter yang gemar mengikuti pertandingan di sekolahnya.

Tyson sendiri merupakan bagian dari tim pelari 4×100-meter yang memenangkan medali perak untuk AS di London Games 2012. Ia juga memegang rekor pelari kedua tercepat di jarak 100-meter sepanjang sejarah.

Berdasarkan informasi dari Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC), senjata api telah menyebabkan kematian lebih dari 33.000 orang di AS setiap tahunnya.

Arsip Kekerasan Senjata Api Amerika Serikat menyebutkan di tahun ini, terjadi hampir 45.000 kasus tembakan yang telah membunuh lebih dari 11.500 orang dan melukai hampir 24.000. Sementara Federal Bureau of Investigation (FBI) melaporkan kasus pembunuhan dan kekerasan di AS selama tahun 2015 naik sampai 10 persen dibanding tahun sebelumnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL