Washington, LiputanIslam.com—Organisasi HAM Amnesty International  (AI) memperingatkan wisatawan yang berkunjung ke AS untuk berhati-hati dengan serangan tembakan senjata api.

Mereka menyebut situasi di AS sebagai “krisis hak asasi manusia” di mana senjata api tersebar di mana-mana dan pemerintah enggan menyita benda-benda berbahaya tersebut.

Pengunjung asing di AS “tidak bisa berharap untuk bebas dari bahaya,” kata wakil Amnesty International AS, Ernest Coverson, lewat sebuah pernyataan pada hari Rabu (7/8).

Ia pun memperingatkan bahwa pemerintah AS “tidak melindungi hak orang untuk hidup aman.”

“Mustahil ada jaminan untuk tidak ditembak,” tegasnya.

AI secara khusus memperingatkan orang dengan latar belakang ras dan etnis minoritas agar selalu bersiaga dari serangan yang terkait dengan ideologi supremasi kulit putih. Mereka juga diharapkan untuk menjauh dari ruang publik yang dipenuhi orang banyak, seperti tempat-tempat wisata, bar, klub malam, dan kasino.

AI juga mengecam pemerintah AS karena “memprioritaskan kepemilikan senjata di atas HAM,” serta  “mengabaikan kewajiban internasionalnya untuk melindungi hak-hak dan keselamatan orang-orang.”

Peringatan ini muncul menyusul peringatan serupa dari kemenlu Uruguay, Venezuela, dan Konsul Jepang di Detroit. Seluruh wakil diplomatik ini mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warga negara masing-masing pasca kejadian dua penembakan massal di El Paso, Texas, dan Dayton, Ohio, yang telah menewaskan total 31 orang. (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*