palestinian-activistTel Aviv, LiputanIslam.com–Amnesty International, organisasi HAM dunia, mengatakan tuntutan hukum kepada aktivis HAM Palestina adalah tuntutan “tak berdasar” dan harus dicabut.

Salah satu aktivis yang dimaksud adalah pendiri oganisasi Youth Against Settlements bernama Issa Amro. Ia dijadwalkan akan menghadiri pengadilan Israel pada hari Rabu dengan lebih dari 18 tuntutan hukum.

Menurut Amnesty International, kebanyakan gugatan tersebut terkait dengan kasus yang sudah ditutup. Bahkan salah satu kejahatan yang didakwakan terjadi saat Amro sedang ditahan.

“Semua tuduhan kepada Issa Amro tidak berdasar sama sekali,” kata salah satu aktivis Amnesty, Magdalena Mughrabi. “Jika dia dinyatakan bersalah, kami akan melihat Issa Amro “prisoner of conscience” [istilah untuk orang yang ditawan karena perbedaan politik, agama, dan kepercayaan].”

“Jika mereka menjatuhkan hukuman yang tak berdasar dan  dengan disusupi motivasi politik. Pemerintah Israel juga seharusnya menginvestigasi tuntutan Issa tentang pemukulannya selama di penjara, penyiksaan fisik dan verbal oleh penduduk Israel, tentara dan polisi. Orang-orang yang berbicara mengenai pelanggaran HAM seharusnya dilindungi, bukan disiksa…,” tambahnya.

Militer Israel mengkalim bahwa Amro melakukan “serangan kepada tentara, seruan atas kejahatan, dan menahan para tentara untuk bekerja.”

Amro menolak tuduhan pernah melakukan kejahatan kepada tentara Israel. “Sebaliknya, saya mengadvokasi dengan cara non-kekerasan,” katanya.

Amro juga mengaku geram karena pendakwaannya itu adalah keputusan politik rezim Tel Aviv untuk menghalangi aktivitas sosialnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL