Sana’a, LiputanIslam.com–Koalisi pimpinan Arab Saudi pada tanggal 25 Agustus lalu menjatuhkan bom di sebuah perumahan dan menewaskan 16 penduduk sipil Yaman. Bom yang mereka gunakan ternyata diproduksi oleh AS. Demikian laporan dari organisasi HAM Amnesty International pada Jumat (22/9/17).

Sisa senjata yang digunakan dalam serangan tersebut ditemukan “sesuai dengan komponen bom buatan AS yang biasa digunakan di bom laser,” kata Amnesty.

Serangan di perumahan Attan, kota Sana’a, telah menyebabkan lebih dari 17 orang terluka, termasuk seorang anak berumur 5 tahun bernama Bouthania. Foto anak perempuan itu viral di internet beberapa waktu lalu, di mana di foto tersebut ia terlihat sedang mencoba membuka matanya yang bengkak dan terluka.

Orang tua dan lima saudara Bouthania termasuk korban yang tewas dalam serangan tersebut.

“Kami simpulkan bahwa bom yang membunuh orang tua dan saudara Buthaina, dan penduduk sipil yang lain, dibuat oleh AS,” kata  Lynn Maalouf, peneliti dan direktur Timur Tengah di Amnesty International.

Amnesty lalu meminta AS dan negara-negara Barat lainnya agar mengimplementasikan “embargo yang komprehensif” dalam penjualan senjata kepada koalisi pimpinan Saudi di perang Yaman.

“Tidak ada alasan bagi AS dan negara lain seperti Inggris dan Prancis untuk menjustifikasi penjualan senjata ke Saudi yang digunakan dalam konflik di Yaman,” tambah Maalouf.

Pada bulan Mei lalu, AS resmi menjual senjata seharga hampir $110 milyar kepada Saudi. Penjualan itu dinilai sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Amerika.

Bouthania, yang kini dirawat oleh paman dan bibinya, menjadi simbol penderitaan anak-anak Yaman, dan memicu kampanye kemanusiaan di internet dengan hashtag #BouthainaTheEyeOfHumanity.

Ratusan pengguna media sosial menyebarkan foto diri sendiri yang menirukan gerakan Bouthania dengan menutup satu mata dan membuka mata lain dengan tangan.

Konflik Yaman telah menewaskan lebih dari 8.000 orang, termasuk setidaknya 1.500  anak-anak. Agresi militer oleh Saudi ini juga menyebabkan jutaan penduduk terpaksa mengungsi. PBB pada Juli lalu  menyebut krisis di Yaman sebagai “krisis kemanusiaan paling besar di dunia.” (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL