US-TORTURE/Beijing, LiputanIslam.com — Organisasi pengamat HAM internasional, Amnesty International (AI), menuduh perusahaan-perusahaan Cina telah mengekspor alat-alat penyiksaan. Lebih dari 130 perusahaan terlibat dalam ekspor peralatan itu dan dianggap berperan meningkatkan tindak kekerasan di beberapa negara Afrika dan Asia.

“Beberapa jenis barang yang diekspor itu “secara kasat mata” menunjukkan tanda kekejaman dan harus dilarang,” demikian laporan AI sebagaimana dikutip BBC News, Rabu (24/9) petang.

Meski prosedur penjualan peralatan-peralatan itu tidak melanggar ketentuan, namun keberadaannya telah menjadi ancaman bagi kemanusiaan, demikian laporan itu menyebutkan.

Tahun lalu Mahkamah Agung Cina melarang segala bentuk penyiksaan, namun para aktifis HAM menuduh aksi-aksi kekerasan masih dipraktikkan secara luas oleh aparat hukum Cina.

AI menyebut Cina adalah satu-satunya negara yang diketahui memproduksi “tongkat berduri” yang merupakan benda yang didisain khusus untuk penyiksaan. Tujuh perusahaan telah mengiklankan produk ini, sementara 29 perusahaan lainnya menjual “tongkat beraliran listrik”.

Beberapa peralatan penyiksaan lainnya yang diekspor Cina adalah belenggu kaki berpemberat dan kursi pengikat.

Adapun negara-negara tujuan ekspor itu di antaranya adalah Senegal, Mesir, Ghana, Kamboja, dan Nepal. Satu perusahaan mengaku telah menjual produknya ke 40 negara di Afrika. Demikian laporan AI menyebutkan.

10 tahun lalu hanya terdapat 28 perusahaan yang terlibat dalam penjualan peralatan itu.

Menurut laporan itu, Cina jauh lebih buruk dari negara-negara lainnya yang telah membuat aturan yang melarang penjualan alat-alat penyiksaan, seperti Uni Eropa dan AS, meski di kedua negara itupun masih memiliki celah pelanggaran.

Lagipula di kebanyakan negara, pelarangan penjualan peralatan penyiksaan ini masih belum diatur secara tegas.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL