US report raps Israel for using exaggerated force against Palestinians

Sumber foto: Al-Alam

Washington, LiputanIslam.com — Israel menggunakan kekuatan berlebihan terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan membatasi kebebasan mereka untuk bergerak, demikian sebuah laporan oleh Departemen Luar Negeri AS. Laporan langka tersebut berasal dari sebuah badan HAM terkemuka yang menyatakan jumlah warga sipil Palestina ditembak mati selama tiga tahun terakhir meningkat.

Amnesty International mengatakan pasukan Israel adalah sosok yang tidak berperasaan dan tidak manusiawi. Amnesty Internasional juga menambahkan bahwa beberapa pasukan Israel mungkin telah melakukan kejahatan perang terhadap rakyat Palestina. Laporan  pada hari Kamis (27/2) tersebut muncul hanya beberapa jam sebelum pasukan Israel menembak mati seorang warga Palestina berusia 24 tahun di Tepi Barat.

Yang diungkap oleh Amnesty Internasional dalam laporannya adalah pembunuhan terhadap Samir Awad, 16, mengatakan ditembak mati oleh pasukan Israel di dekat kota Ramallah di Tepi Barat tahun lalu. Pembunuhan Samir dinyatakan  “bahkan mungkin merupakan eksekusi di luar hukum dan kejahatan perang atau pembunuhan yang disengaja.”
Samir adalah salah satu dari 45 warga Palestina yang ditembak mati oleh pasukan Israel di Tepi Barat sejak tahun 2011.

Ibu Samir yaitu Sedqeyeh mengatakan kepada NBC News bahwa dia dan orang lainnya di Palestina telah kehilangan harapan. “Palestina hilang dan kami diharuskan pergi. Mereka membunuh dan melakukan pembantaian tanpa ada yang bertanggung jawab.” (LiputanIslam.com/AF)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL