Gaza, LiputanIslam.com–Organisasi HAM Amnesty International mendesak pemerintah Israel untuk mengakhiri penggunaan “kekerasan berlebihan” terhadap demonstran sipil Palestina yang tak bersenjata.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (21/12/17), Amnesty membeberkan jumlah korban Palestina selama dua minggu terakhir, yaitu dengan 4 orang tewas dan lebih dari 3.000 terluka oleh tentara Israel.

Amnesty juga mengecam penggunaan amunisi hidup oleh tentara Israel yang disebut “sangat memprihatinkan”. Salah satu korban bernama Ibrahim Abu Thurraya yang meninggal karena ditembak di kepala pada 15 Desember, di saat dia sedang duduk “bersama sekelompok demonstran muda”.

“Pemerintah Israel harus berhenti menggunakan kekeraa berlebihan terhadap demonstan. Fakta bahwa ada amunisi yang dipakai dalam aksi protes  Gaza dan Tepi Barat sangat mengejutkan,” kata Direktur Penelitian dan Advokasi Amnesty untuk Timur Tengah dan Afrika utara, Philip Luther.

“Di bawah aturan HAM internaaional, kekerasan hanya boleh dilakukan ketika ada ancaman kematian, yang sudah jelas tidak kami temukan di kasus yang kami dokumentasikan,” tambahnya.

Menurut Luther, pemerintah Israel secara konsisten menolak menginvestigasi pembunuhan orang Palestina oleh tentara dan polisi Israel, atau setidaknya tidak diinvestigasi sesuai dengan standar internasional.

“Selama pejabat Israel tidak dicegah dalam menyalahgunakan kekuasaan mereka, pola pembunuhan ilegal ini akan terus berlanjut, dan warga Palestina akan terus diambil haknya untuk menggelar demonstrasi tanpa ketakutan atas kematian dan luka,” kata Luther.

Ia pun meminta pejabat Israel agar melakukan reformasi atas sistem investigasi mereka untuk menegakkan keadilan dan ketidakberpihakan. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL