Syria rebel campAmman, LiputanIslam.com — Amerika dikabarkan telah meningkatkan kekuatan militer di perbatasan Yordania-Suriah dalam upaya meningkatkan tekanan kepada rezim Suriah paska kegagalan perundingan Genewa II beberapa waktu lalu.

Menurut analis politik internasional Gordon Duff, “Amerika telah meningkatkan kemampuan militernya di Yordania… Di bawah “naungan” misi kemanusiaan Amerika telah menempatkan komando tempur penuh di Yordania,” kata Duff dalam wawancara dengan media Iran Press TV, hari Minggu (23/2).

Menurut Duff, faktor yang mempengaruhi peningkatan militer Amerika tersebut tidak saja karena masalah di Suriah, namun juga Lebanon. Amerika ingin memainkan peran militernya setelah kegagalan Israel yang terusir dari Lebanon oleh perlawanan Hizbollah.

Pada awal bulan lalu media-media Yordania melaporkan sebuah pesawat kargo Amerika bermuatan senjata mendarat di Bandara Mafraq, 80 km utara Amman. Senjata-senjata tersebut disebutkan akan diselundupkan ke Suriah untuk meningkatkan kekuatan pemberontak.

Selain itu laporan-laporan juga menyebutkan satu kelompok baru pemberontak Suriah berkekuatan 1.500 personil telah “lulus” pelatihan di Yordania dan bersiap bergabung di medan tempur di Suriah.

Pada bulan Januari lalu para pejabat keamanan Amerika membocorkan rancangan undang-undang baru yang akan meningkatkan bantuan senjata bagi para pemberontak Suriah melalui Yordania.

Senjata-senjata itu, termasuk berbagai macam senjata ringan hingga yang lebih berat seperti rudal anti-tank, akan diserahkan kepada apa yang disebut Amerika sebagai “para pemberontak moderat.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL