us_military_fighters-wideWashington, DC., LiputanIslam.com — Amerika mempertimbangkan kembali “pilihan” intervensi militer terhadap Suriah setelah kegagalan perundingan Genewa II. Demikian laporan media terkemuka Amerika The Wall Street Journal (WSJ), Selasa (18/2).

“Ada kesepakatan bersama bahwa kini saatnya kita melakukan pendekatan lain (militer),” tulis WSJ mengutip seorang pejabat militer Amerika yang tidak disebutkan namanya.

Menurut sumber tersebut, kemungkinan rencana tersebut akan dibicarakan dalam “rapat tingkat tinggi” dalam minggu ini.

Menlu John Kerry telah menjadi sosok yang mengkampanyekan pilihan militer tersebut, mulai dari penggunaan rudal-rudal jarak jauh untuk mencegah rezim Bashar al Assad menggunakan pesawat tempurnya, hingga melatih serta melengkapi para pemberontak dengan kekuatan yang signifikan untuk menggulingkan pemerintahan al Assad.

Kerry menuduh Damaskus telah sengaja menggagalkan perundingan Genewa II, karena dukungan penuh dari Rusia yang diperolehnya.

“Rusia harusnya menjadi bagian dari solusi dan bukannya justru mengirimkan sejumlah besar senjata yang memungkinkan Assad bertahan,” kata Kerry kepada reporter dalam kunjungannya di Jakarta, Senin (17/2).

WSJ menambahkan, menghadapi kemungkinan yang akan terjadi di Suriah, beberapa pejabat tinggi Amerika telah mengadakan rapat bersama beberapa mantan pejabat militer dan inteligen, termasuk Jendral David Petraeus, mantan Direktur CIA.

Para pejabat militer Amerika masih memegang rencana serangan militer yang gagal dilaksanakan tahun lalu, setelah secara mengejutkan Rusia mengusulkan penghancuran senjata kimia Suriah.

“Kita memiliki kekuatan di kawasan itu. Kita memiliki kapal-kapal perang di Laut Tengah. Segala yang dibutuhkan untuk melakukan serangan militer ada di sana,” kata pejabat senior militer kepada WSJ.

Dukungan operasi militer juga diserukan oleh Senator John McCain, salah satu sosok politisi Amerika yang gencara menyerukan opsi militer terhadap Suriah.

“Satu-satunya cara untuk meraih keberhasilan di Genewa adlaah mengubah keseimbangan kekuatan di lapangan,” kata McCain kepada media massa, Sabtu (15/2).(ca/wsj/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL