A-US-counter-intelligence-001Washington, LiputanIslam.com — Presiden Barack Obama tampak untuk mempertahankan pasukan Amerika di Afghanistan setelah tenggat waktu tahun 2014 berakhir. Obama mengumumkan Amerika akan meninggalkan sekitar 10.000 pasukannya di Afghanistan tahun depan, jika pemerintah Afghanistan setuju menandatangani perjanjian keamanan dengan Amerika.

“Kami akan membawa perang terlama Amerika ini kepada akhir yang bertanggungjawab,” kata Obama di Gedung Putih, Selasa petang (27/5).

Dalam rencana yang digagas Obama dan tim keamanannya itu, AS baru akan meninggalkan sepenuhnya Afghanistan pada tahun 2016 mendatang, atau menjelang berakhirnya jabatan Obama.

AS menyerang Afghanistan tahun 2002, tidak lama setelah terjadinya serangan terhadap gedung WTC yang menewaskan sekitar 3.000 orang tanggal 11 September 2002. Amerika menuduh Afghanistan menjadi tempat persembunyian Osama din Laden yang dituduh sebagai pelaku utama serangan terhadap WTC. Perang Afghanistan yang telah berlangsung selama lebih dari 12 tahun ini menjadi perang paling lama yang dilakukan Amerika.

Dalam rencana itu AS akan menempatkan 9.800 pasukannya di Afghanistan pada akhir tahun 2014 ini bersama-sama sejumlah pasukan negara-negara sekutunya. Jumlah itu akan dikurangi separohnya pada akhir tahun 2015, dan pada akhir tahun 2016 seluruh pasukan yang tersisa akan ditarik.

Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada CNN bahwa setelah tahun 2016, jumlah pasukan AS di Afghanistan tinggal 1.000 yang semuanya ditempatkan sebagai pengawal misi diplomatik AS. Saat ini jumlah pasukan AS di Afghanistan sekitar 32.000 personil, telah jauh berkurang dari jumlah maksimal pasukan AS di Afghanistan yang pernah mencapai angka 150.000 personil.

Namun kepastian rencana ini akan tergantung kepada sikap politik presiden mendatang setelah presiden saat ini, Hamid Karzai, dengan gigih menolak rencana tersebut sejak awalnya.(ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL