080229-N-2984R-223Teheran, LiputanIslam.com — Amerika mengurangi kehadiran kapal-kapal induknya di kawasan Teluk Parsi, pada saat Iran dan Sixtet (negara-negara anggota tetap DK PBB plus Jerman) tengah berupaya mencari penyelesaian komprehensif atas program nuklir Iran. Demikian laporan situs militer Defcon Hill (The Hill), Kamis (13/2).

Menurut laporan tersebut kapal induk bertenaga nuklir USS Harry S. Truman, kini menjadi satu-satunya kapal induk Amerika yang berada di sekitar kawasan Teluk Parsi dari biasanya 2 kapal induk setiap saatnya. Itupun masih ditambah dengan jarangnya kapal tersebut berada di Teluk Parsi, dan lebih banyak menghabiskan patrolinya di luar Teluk Parsi seperti Teluk Oman dan Laut Arab.

“USS Harry S. Truman lebih banyak menghabiskan waktu di luar Teluk Parsi selama 6 bulan terakhir,” tulis The Hill dalam laporannya yang berjudul “Navy moves carrier amid talks on Iran”.

Menurut laporan tersebut antara bulan Agustus 2013 hingga Januari 2014, USS Harry S. Truman hanya berada di Teluk Parsi selama 45 hari saja.

Namun demikian, Pentagon menyebutkan bahwa jumlah kapal induk tidak sepenuhnya menunjukkan kehadiran Amerika, karena pada saat yang sama Amerika juga menambah jumlah kapal-kapal patroli pantainya.

Seorang perwira AL Amerika yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan kepada The Hill, berkurangnya kehadiran kapal induk Amerika merupakan upaya yang dilakukan Amerika untuk mengurangi ketegangan di kawasan teluk.

“Tugas kami di sini adalah untuk melakukan segala hal untuk mencegah terjadinya kesalahan perhitungan, bukannya untuk menciptakan situasi yang mudah menimbulkan ketegangan,” katanya.

Iran dan Sixtet telah mencapai kesepakatan dasar program nuklir Iran pada bulan November 2013 lalu dan kini tengah berusaha untuk membuat kesepakatan akhir.(ca/press tv/thehill.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL