Sumber: id.wikipedia.org

Jakarta, LiputanIslam.com– Ahli tsunami Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menanggapi informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa pulau Ambon dan pulau Seram akan hilang akibat gempa tsunami. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar alias hoaks.

“Berita ini tidak benar sehingga masyarakat tidak perlu panik atau khawatir terkait dengan kondisi yang berkembang akhir-akhir ini,” katanya saat bertemu mantan Gubernur Maluku, Karel Ralahalu, seperti dilansir setkab.go.id Jakarta pada Sabtu (12/10).

Menurutnya, gambar batimetri yang diedit sedemikian rupa dan diberikan keterangan seakan-akan ilmiah tetapi bertujuan untuk menyebarkan ketakutan kepada masyarakat. “Gambar tersebut bukanlah foto satelit 3D karena satelit tidak bisa membuat foto dasar laut apalagi hingga kedalaman 7 km di bawah permukaan laut,” ujarnya.

“Gambar tersebut hanyalah data batimetri biasa (tersedia banyak di internet), yang kemudian diberi efek ketinggian dan kedalaman yang lebih signifikan seakan-akan data ini baru padahal data ini adalah data lama dan data biasa saja,” tambah Muhari.

Baca: Sepanjang 2019, Kementerian ATR bersama Polri Deteksi 60 Kasus Mafia Tanah

Ia juga mengatakan bahwa bahwa asumsi jika terjadi gempa dari palung Banda akan menyeret Pulau Ambon dan Seram adalah TIDAK BENAR. “Belum ada dalam sejarah gempa dan tsunami di dunia ada gempa yang menghilangkan satu pulau sebesar Ambon, apalagi sebesar Pulau Seram,” tegasnya. (aw/setkab/liputan6).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*