Washington, LiputanIslam.com–Seorang aktivis, aktor, penulis, dan komedian asal Amerika, Lee Camp, mengkritik negaranya sendiri karena tidak pernah membicarakan militer Presiden AS Donald Trump yang menjatuhkan 1 bom setiap 12 menit di Timur Tengah.

Dalam artikelnya yang dimuat di RT pada 21 Juni 2018, Lee menyebut bahwa masyarakat Amerika tidak pernah merasakan atau menyadari bahwa mereka hidup dalam negara yang menyebabkan perang terus menerus.

“Ketika Anda sedang makan gelato di tempat umum di mana ada daun mint kecil yang ditaruh di atasnya, seseorang sedang dibom [di suatu tempat],” tulisnya.

“Ketika kita sedang tidur, makan… di hari yang cerah, sebuah rumah milik seseorang, keluarga, hidup, dan tubuhnya dihancurkan demi hidup Anda… dan itu terjadi setiap 12 menit sekali,”

Lee menulis, militer AS menjatuhkan bom eksplosif setiap 12 menit sekali, dan itu dilakukan ketika AS secara teknis tidak berperang dengan negara manapun.

Maka, ia menulis, masyarakat Amerika tidak hidup dalam dunia yang rasional.

“Sebaliknya, kita hidup dalan dunia di mana Pentagon benar-benar bekerja di luar kontrol. Beberapa minggu yang lalu, saya menulis bahwa ada sekitar $21 triliun (ini bukan salah ketik) yang hilang dipakai oleh Pentagon,” paparnya.

Dari semua presiden Amerika yang menjatuhkan bom di berbagai tempat, menurut Lee, pemerintah Donald Trump-lah yang menjatuhkan bom paling banyak. Menurut data dari Pentagon, selama 8 tahun kepemimpinan George W. Bush, ia rata-rata menjatuhkan 24 bom setiap hari, atau 8.750 pertahun. Obama  menjatuhkan 34 bom perhari atau 12.500 pertahun. Dan, di masa Trump, hanya dalam satu tahun pertamanya memerintah, ia menjatuhkan rata-rata 121 bom perhari.

Lee bertanya, mana yang lebih “gila”: kekacauan yang dilakukan pemerintah AS di seluruh dunia, atau fakta bahwa “media arus utama TIDAK PERNAH menginvestigasi tentang itu?”

Media arus utama sibuk membicarakan kekurangan Trump, seperti bahwa dia rasis dan bodoh, namun mereka tidak mengkritik genosida yang dia lakukan dengan menjatuhkan satu bom setiap 12 menit, di mana 98% bom itu membunuh non-target atau warga sipil.

“Kita adalah negara bajingan dengan militer bajingan dan elit yang berkuasa diam-diam. Pemerintah dan militer Anda dan saya… membunuh orang setiap 12 menit, dan tidak ada respon apapun tentang itu. Tidak pantas bagi kita sebagai manusia dan spesies untuk diam terhadap masalah ini. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan,” tutupnya. (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*