Gaza, LiputanIslam.com—Sebuah laporan terbaru dari para aktivis Israel menyatakan bahwa perusahaan senjata Israel melihat Jalur Gaza sebagai “laboratorium dan showroom” untuk memamerkan produk senjata mereka.

Laporan ini dirilis oleh organisasi Coalition of Women for Peace (CWP) melalui proyek Hamushim yang bekerja untuk “mengekspos … industri militer dan perdagangan senjata Israel, serta untuk memobilisasi aksi untuk melawan itu.”

Menurut CWP, operasi militer Israel di Gaza selama sepuluh tahun ke belakang telah menghasilkan profit bagi industri militer negara Yahudi itu.

“Perusahaan privat dan pemerintah Israel sama-sama memanfaatkan Gaza sebagai kesempatan untuk menguji senjata baru, teknologi baru, dan metode baru untuk dipasarkan dengan kualitas teruji,” tulis laporan CWP.

Laporan ini juga menyatakan bahwa peristiwa genosida dalam demo “Great March of Return”  dijadikan kesempatan bagi Israel untuk “menguji teknologi UAV yang maju dan mutakhir”.

Israel juga dilaporkan menggunakan drone gas air mata terbaru yang diberi nama ‘Sea of Tears’, yang didesain khusus untuk Gaza.

“Meski hari ini [senjata Israel] ditujukan kepada Palestina, teknologi yang sama kemungkinan akan dipasarkan dan dijual dalam rangka menindas negara lain di dunia,” tulis CWP.

Pada tahun 2014 lalu, petinggi eksekutif Israeli Weapons Industries (IWI), Eli Gold, mengatakan kepada the Marker bahwa operasi militer di Gaza membuat penjualan senjata meningkat pesat.

“Setelah setiap operasi [militer] di Gaza sekarang, kami melihat lonjakan besar kostumer dari luar negeri. Kami memasarkan [senjata kami] secara agresif ke luar negeri, dan operasi IDF benar-benar mempengaruhi pekerjaaan kami,” papar Gold. (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*