yougirlslammedWashington, LiputanIslam.com—Sebuah video amatiran yang dirilis baru-baru ini memperlihatkan seorang petugas polisi membanting seorang siswa kulit hitam perempuan di SMA North Carolina. Si polisi terlihat mengangkat gadis itu tinggi-tinggi lalu menjatuhkannya ke tanah dengan kasar. Siswa itu kemudian diborgol di belakang. Sang polisi bernama Ruben De Los Santos dari Departemen Polisi Rolesville itu dilaporkan  menjalan cuti administratif segera setelah rekaman itu tersebar.

Polisi AS memang sudah lama melakukan kekerasan terhadap orang-orang berkulit hitam di sekolah dan di jalanan. Dalam beberapa tahun terakhir, polisi AS mendapatkan banyak kritikan tajam atas brutalitas mereka, namuan pemerintah tampaknya tak peduli dengan isu ini.

Dalam wawancara dengan Press TV, Life Malcolm, anggota Organisasi Pembelaan Kulit Hitam mengatakan bahwa sejak pemerintah AS tidak memperlihatkan kepedulian untuk melindungi rakyatnya yang berkulit hitam, ia dan timnya berusaha mengubah situasi tersebut dengan meningkatkan kesadaran lewat jejaring media sosial.

“Ada sejarah yang panjang atas hal ini [kejahatan para polisi]… Kita telah lama menghadapi pemukulan, pencekikan, pembantingan, dan pembunuhan. Ada sejarah yang panjang di sini,” kata Malcolm. “Saya yakin situasi ini akan membaik karena adanya teknologi dan media sosial.”

Dia juga menambahkan bahwa rekaman-rekaman seperti pembantingan anak SMA tersebut akan membantu sang korban untuk mendapatkan keadilan.

Malcolm mengaku ragu akan ada peningkatan perlindungan hak-hak kulit hitam di masa kepresidenan Donald Trump.

“Presiden ke- 45  itu takkan melindungi kita lebih baik dari 44 presiden lain. Jadi, satu-satunya yang dapat memperbaiki isu ini adalah kesadaran kita, karena pemerintah takkan melindungi atau membela kita. Kita harus melindungi dan membela diri kita sendiri.” (ra/pressv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL