Yerusalem, LiputanIslam.com–Penduduk Israel yang dilibatkan dalam aksi penjajahan pemerintah mereka atas Palestina adalah sama-sama korban seperti warga Palestina sendiri. Demikian kata aktivis remaja terkemuka, Ahed Tamimi, kepada media RT.

“Saya kasihan [kepada warga Israel] karena mereka di-dehumanisasi. Mereka penuh dengan kebencian. Ini bukan tentang penjajahan tanah, ini tentang penjajahan pikiran,” paparnya.

“[Contohnya] anak Israel berumur 13 tahun yang membawa senjata punya pikiran penjajah” yang disuntik oleh pemerintahnya, tambahnya.

Namun, menurut Ahed, Israel hanya bisa menjajah tanah Palestina, tetapi tidak bisa menjajah pikiran mereka.

“Kami masih melakukan perlawanan terhadap penjajahan, dan warga Yahudi juga harus melawan dan berupaya keras memperlihatkan citra asli dari agama mereka,” tuturnya.

“Mereka harus memperlihatkan pesan bagi semua orang bahwa warga Yahudi berbeda dengan Zionis yang ingin mengumpulkan emas dengan dalih memperbaiki hak kaum Yahudi,” jelasnya.

Ahed menerima perhatian dari dunia internasional setelah ia ditangkap oleh rezim Israel karena menampar seorang tentara penjajah.

Wawancara dengan RT ini dilakukan menjelang hari peringatan Great Return March, aksi protes warga Palestina di Jalur Gaza yang mengakibatkan sedikitnya 183 orang tewas dan lebih dari 9.000 orang terluka.

Wawancara lengkap bisa ditonton di sini:

(ra/rt)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*