teenTepi Barat, LiputanIslam.com—Komite Tahanan Palestina dan aktivis HAM menyatakan militer Israel telah menahan sebanyak 30 remaja Palestina sepanjang bulan Agustus. Bahkan beberapa di antaranya berumur sangat muda yaitu 13 tahun. Pernyataan tersebut diberikan pada Senin (5/09/16).

Pengacara komite, Luay Akka, mengatakan 17 remaja tersebut ditahan dalam serangan tentara Israel ke rumah-rumah mereka di Tepi Barat, 5 remaja lainnya ditahan di jalanan umum, 4 remaja di pos pemeriksaan, dan selebihnya menyerahkan diri setelah dipanggil oleh otoritas Israel.

Akka menambahkan, sebanyak 3 remaja Palestina berada di bawah penahanan administratif yang memperbolehkan Israel menahan mereka tanpa batasan waktu.

Mousa Khanafsa, remaja berusia 14 tahun yang tinggal di kota Abu Dis, mengaku dipukul dan ditangkap tentara Israel di jalanan dekat rumahnya.

Khanafsa mengatakan, sekelompok tentara mengejarnya dan “memukulnya dengan pegangan senapan, menendangnya dengan boot militer, dan meninggalkannya dengan kondisi hidung berdarah.”

Polisi Israeli juga menahan dan menyiksa Jalam Jamal al-Zaatari (16) di distrik At-Tur hingga ia terluka di wajah, punggung, dan kaki.

Badan Sumber Daya untuk Hak-Hak Pengungsi Palestina baru-baru ini memberikan peringatan terhadap militer Israel yang berulang-ulang menembak dan melukai warga Palestina, terutama di area lutut dan kaki.

Komite Tahanan Palestina melaporkan tentara Israel telah menahan 560 anak-anak di Yerusalem timur sejak awal tahun lalu. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL