Ketua FUUI, KH Athian Ali (foto: arrahmah.com)

Ketua FUUI, KH Athian Ali (foto: arrahmah.com)

Bandung, LiputanIslam.com–Derasnya kritikan terhadap rencana sekelompok ulama dan aktivisi untuk menggalang Deklarasi Nasional Anti Syiah tanggal 20 April mendatang di Bandung, rupanya justru membuat mereka semakin bersemangat. Koresponden Liputan Islam di Bandung melaporkan, hingga tadi malam (17/4), aktivis FUUI (Forum Ulama Ummat Indonesia), pengagas acara ini, masih blusukan menyebarkan undangan acara tersebut ke masjid-masjid di Bandung. Undangan itu bahkan disebarkan hingga ke kawasan pelosok Bandung.  Saat menyampaikan undangan, mereka menjanjikan bahwa Gubernur Jabar dan ulama dari berbagai penjuru Indonesia akan hadir.

Sementara itu, Kabag Humas Pemprov Jabar menyatakan bahwa Gubernur Jabar  tidak akan hadir pada acara tersebut. Bahkan pencantuman nama Aher ternyata dilakukan tanpa seizin Gubernur Jabar.

Aher sendiri dikabarkan secara lisan juga telah menyatakan tidak akan datang. Saat menghadiri sebuah diskusi di hotel Horison Bandung, Kamis pagi (17/4), seorang peserta diskusi menanyakan perihal rencana kehadiran Aher di acara deklarasi dan Aher menjawab, dirinya tidak akan datang.

Sebelumnya, ulama NU, KH Alawi Nurul Alam Al Bantani menyayangkan pihak kepolisian yang tidak melarang kegiatan tersebut. Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Jabar menyatakan, belum ada permohonan izin keramaian yang masuk terkait kegiatan FUUI, namun apabila acara dilangsungkan di masjid, memang tidak diperlukan izin.

FUUI adalah sebuah ormas yang diketuai KH. Athian Ali M Dai dan pada bulan Maret 2012 lalu telah mengeluarkan fatwa tentang kesesatan Syiah. (dw/tn/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*