Pennsylvania, LiputanIslam.com—Di tengah ketegangan yang menjadi-jadi antara AS dan Korea Utara, publik Amerika dan komunitas internasional harus menekan Negeri Paman Sam itu agar menghindari konflik militer dengan Korut. Pasalnya, peperangan apapun bisa menghancurkan kedua pihak. Demikian analisis dari aktivis dan ahli HAM, Daniel Kovalik, dalam wawancara dengan Press TV pada Rabu (29/11/17).

“[Saya berpikir] kemungkinannya kecil akan ada konflik militer antara AS dan Korut,” kata Kovalik, yang juga merupakan dosen HAM international di University of Pittsburgh School of Law, Pennsylvania.

“Namun, melihat situasi saat ini, melihat orang yang kini duduk di Gedung Putih, saya benar-benar tidak bisa menghitung kemungkinan perang atau konflik,” tambahnya.

“Saya pikir dunia harus mengkhawatirkan masalah ini dan bahwa orang-orang harus menekan AS agar menjauhkan diri dari konflik apapun dengan Korut. Ini adalah hal yang harus dinegosiasikan,” catatnya.

Menurut Kavolik, Korea Utara tidak pernah menjadi pihak agresor. Negeri pimpinan Kim Jong-un itu hanya memperlihatkan diri bahwa mereka bisa bertahan dari serangan negara lain.

Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat sejak adanya ujicoba nuklir dan rudal oleh Pyongyang dan juga ancaman perang dan hinaan personal antara presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un.

Trump dan pejabat senior AS mengancam akan menghancurkan Korut jika negara itu meneruskan “provokasi” nuklir mereka. Washington menuduh program nuklir Korut tersebut membahayakan AS dan sekutunya. Namun, Korut beralasan program tersebut dibangun dalam rangka mengembangkan kekuatan militer sebagai pertahanan diri dari potensi serbuan Amerika dan sekutunya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL