tawadkarNew Delhi, LiputanIslam.com — Para aktifis liberalisme India menyatakan kemarahannya atas rencana pemerintah negara bagian Goa untuk “menyembuhkan” para LGBT.

Seperti dilansir BBC News, Selasa (13/1), Menteri Pemuda dan Olahraga Goa Ramesh Tawadkar mengatakan bahwa pemerintah akan membangun pusat-pusat penyembuhan bagi para penderita homoseksual, biseksual dan transgender dan membuat mereka normal kembali.

“Kami akan membuat para pemuda-pemudi LGBT (lesbians, gay, biseksual dan transgender) kembali normal. Kami akan membangun pusat-pusat penyembuhan untuk mereka, seperti Alcoholics Anonymous. Kami akan melatih mereka dan memberikan obat-obatan juga,” kata Tawadkar, Senin (12/1) dalam sebuah pertemuan partai penguasa Bharatiya Janata Party.

“Sebuah penelitian akan dilakukan terhadap komunitas LGBT sehingga mereka masalah mereka bisa ditangani secara spesifik,” tambahnya.

Rencana tersebut kontan mendapatkan kritikan dari para aktifis liberalisme India, terutama melalui media sosial. Jurnalis Barkha Dutt, misalnya, menyebut langkah tersebut sebagai “tidak sensitif”. Anggota parlemen Priyanka Chaturvedi menyebutnya sebagai “tindakan gila”. Sementara penulis Aparna Jain menyindir Tawadkar sebagai “bodoh”.

“Mengapa orang yang kita pilih (Tawadkar) sedemikian bodoh?” kicau Jain di akun Twitter-nya.

Sementara itu jurnalis Anahita Mukherji menyebut Tawadkar sebagai “orang sakit”.

Pada tahun 2013 lalu Mahkamah Agung India mengukuhkan kembali UU anti-homoseksual yang telah berlaku sejak era kolonial, sekaligus menggagalkan upaya kelompok-kelompok liberalis untuk membatalkan undang-undang tersebut.

Dalam UU tersebut disebutkan bahwa hubungan sesama jenis adalah “kejahatan yang tidak umum” dan mengancam hukuman 10 tahun penjara bagi pelanggarnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*