paus jepangTokyo, LiputanIslam.com — Kelompok aktifis anti perburuan ikan paus Sea Shepherd mengecam program perburuan ikan paus Jepang yang disamarkan sebagai progam penelitian pada saat kapal-kapal perburuan ikan paus bersiap-siap melakukan perburuan di perairan Antartika. Para aktifis menyebut program Jepang tersebut sebagai “menggelikan”.

Sebagaimana dilansir Russia Today, Selasa (6/1), Institut Penelitian Paus Jepang (Institute of Cetacean Research) mengumumkan para peneliti Jepang tengah bersiap-siap untuk berangkat ke kawasan Antartika dalam program tahunan. Namun kali ini kapal-kapal pengangkut para “peneliti” itu tidak akan dilengkapi dengan “harpoon” atau tombak besar penangkap ikan paus, mengikuti peraturan yang dikeluarkan International Court of Justice (ICJ).

ICJ pada bulan Maret 2014 lalu menyatakan program penelitian ikan paus Jepang sebagai ilegal karena dalam praktiknya merupakan kegiatan bisnis, termasuk dengan diperlengkapi dengan “harpoon”.

Pada bulan September 2014 lalu pemerintah Jepang mengajukan pogram baru ke Komisi Paus Internasional (International Whale Comission/IWC) mencakup penangkapan 333 paus minke dalam perburuan tahun ini.

Sea Shepherd dalam pernyataannya hari Selasa (6/1) menyebut bahwa Jepang tengah mengumpulkan data tentang keberadaan ikan-ikan paus agar lebih mudah untuk diburunya tahun depan.

“Program lelucon pemerintah Jepang ini harus dilihat dalam konteks konspirasi kejahatan besar,” kata Peter Hammarstedt, jubir Sea Shepherd kepada wartawan.

Kapal-kapal pemburu ikan paus Jepang berangkat 2 kali dalam setahun ke wilayah selatan dan ke Pasifik. Perburuan di Pasifik tidak banyak diketahui oleh masyarakat internasional dan tidak disebut secara spesifik oleh ICJ.

Selama musim perburuan di Pasifik Utara 200 paus minke, 50 paus Brydes, 100 paus sei, dan 10 paus sperm dibunuh, demikian keterangan organisasi International Fund for Animal Welfare.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*