Gaza, LiputanIslam.com–Dalam aksi unjuk rasa akbar “Great March of Return” lanjutan pada Jumat (25/5/18), setidaknya 100 warga demonstran Palestina mengalami luka-luka yang disebabkan oleh tembakan senjata api dan gas air mata oleh tentara Israel di perbatasan Jalur Gaza.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah korban yang jatuh mancapai angka 109 orang, di mana 10 diantanya menjadi target peluru hidup tentara Israel.

Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi unjuk rasa warga Palestina terhadap peresmian kedubes AS di Yerusalem al Quds pada 14 Mei lalu. Dalam aksi itu, tentara Israel membunuh lebih dari 60 demonstran tak bersenjata dan melukai 2.700 lainnya.

Jumlah kematian pada peristiwa 14 Mei itu merupakan yang tertinggi dalam rangkaian aksi “Great March of Return” sejak 30 Maret lalu.

Secara total, jumlah korban tewas dalam rangkaian aksi tersebut mencapai 113 orang.

Marches of Return belum berakhir. Kali ini mungkin lebih kecil tapi kami masih melanjutkan,” kata Ali, salah satu partisipan aksi yang menutup wajahnya dengan kaos dalam aksi di Khan Younis, Jalur Gaza, pada Jumat kemarin.

Jalur Gaza telah berada di bawah blokade Israel sejak 2007, dan menyebabkan menurunnya standar hidup dan tingginya angka pengangguran dan kemiskinan di tempat itu.

Sejak Juli sampai Agustus 2014, militer Israel melakukan agresi di kawasan itu sehingga menewaskan hampir 2.200 warga dan melukai 11.100  lainnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*