kekerasanJakarta, LiputanIslam.com — Seorang mahasiwa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, tewas Jumat kemarin (25/4), di RS Pelabuhan, Jakarta Utara. Terdapat luka lebam di sekujur tubuh. Keluarga korban yang berasal dari Medan, Sumatera Utara, menduga ia disiksa oleh senior-seniornya.

“Tiap pulang dari kampus, perut dan tangannya sering memar, lalu saya tanyakan kenapa. Dia berasalan akibat dipukul seniornya,” kata Raidah (26), kerabat korban di Jakarta, Sabtu (29/4).

Raidah mengaku belum tahu di mana dan siapa yang membunuh ankanya, Dimas Dikita Handoko (19 tahun). Hal yang ia ingat, kata Raidah, hanyalah Dimas meminta izin bermain ke kos seniornya yang alamat lengkapnya tak diberikan Dimas.

Raidah menambahkan, Dimas memang sudah kerap disiksa dan hal itu berlangsung terus selama tiga semester ia menimba ilmu di STIP Marunda. Dimas sendiri, kata Raidah, tak bisa berbuat apa-apa karena plonco oleh senior dianggap lumrah di sekolahnya.

“Saya bilang ke dia, sebaiknya lapor ke orang tua kandung di Medan. Tapi dia takut, soalnya di kampus memang sering diperlakukan begini,” ujar Raidah.

Secara terpisah, pihak Kepolisian Resor Jakarta Utara mengaku masih melakukan penyelidikan terhadap hal ini. Dan polisi pun mengaku sudah menemukan delapan orang yang diduga menyiksa Dimas.

“Nanti pukul 16.30 akan kami ungkapkan hasil pemeriksaan kami,”ujar Kapolres Jakarta Utara Komisaris Besar Muhammad Iqbal saat dihubungi media.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL