Foto: Kompas

Foto: Kompas

Jakarta, LiputanIslam.com — Akil Mochtar divonis hukuman penjara seumur hidup, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata masih belum puas. Menurut KPK, masih ada beberapa tuntutan jaksa yang tidak masuk dalam putusan Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

“Kalau puas sih kurang, karena banyak yang ditolak kan. Tapi kita apresiasi,” kata Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja, Jakarta, 1 Juli 2014 seperti dilansir Metrotvnewscom.

Karena itu, komisi anti-rasuah itu memastikan akan mengajukan banding pada Majelis Hakim. “Kalau dia (Akil) banding, kita banding,” kata Adnan.

Adapun materi yang akan dibanding lebih kepada hal-hal yang ditolak oleh Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi seperti kasus Lampung Selatan yang menurut hakim bukan terkait suap, melainkan gratifikasi. Karenanya Majelis Hakim menganggap kasus Lampung Selatan tidak terbukti.

Menurut Adnan, beberapa harta Akil yang dikembalikan oleh Majelis Hakim juga akan diajukan banding.

“Kita pelajari. Sebenarnya kita banding, intinya kita banding, ya nantilah,” kata Adnan.

Majelis Hakim menghukum penjara seumur hidup buat Akil Mochtar. Ia terbukti menerima suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara Pilkada, kecuali perkara Pilkada Lampung Selatan di Mahkamah Konstitusi.

Adilkah vonis seumur hidup bagi Akil?

Jimly Asshiddique, Mantan Ketua Mahkamah Konstitisi mengungkapkan bahwa vonis ini cukup adil untuk memberikan efek jera.

“Ya, cukup adil untuk memberi efek jera agar orang lain yang memiliki peluang tidak melakukan hal yang serupa,” kata Jimly kepada Detikcom, Selasa, 1 Juli 2014.

Dan pengamat hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta Chairul Huda mengatakan, hukuman penjara seumur hidup berarti si terpidana harus menghabiskan sisa hidupnya di penjara. Dia akan dipenjara hingga meninggal dunia. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL