(ilustrasi)

(ilustrasi)

Kupang, LiputanIslam.com--Kemarau panjang yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir  menyebabkan sebagian besar wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda kekeringan. Di kelurahan Ponu yang sebagian besar populasinya adalah petani, kekurangan air ini memunculkan konflik.

Para petani di Ponu nyaris saling bacok karena berebut jatah air.

“Kemarin itu para petani antara Blok 1 dan Blok 4 mau baku potong (saling bacok) karena berawal dari pembagian jatah air untuk blok 1. Namun, karena Blok 4 airnya belum cukup, maka para petani Blok 4 pun datang ambil dari Blok 1 sehingga mereka bertengkar sampai saling bawa parang,” ungkap Joachim, pemuka masyarakat Ponu, seperti dikutip Kompas (5/10).

Menurut Joachim, ketegangan antarpetani itu berlangsung hampir setiap saat karena mereka tidak mau mengalah. Petani merasa resah karena delapan unit blok yang kering menyebabkan sekitar 300 orang petani merugi hingga lebih dari Rp 5 juta per orang.

Masyarakat pun mempertanyakan janji Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, saat meninjau panen raya di wilayah itu pada 2012. Menurut warga, waktu itu Gubernur NTT berjanji memperbaiki dan memperluas Bendungan Lasahat pada 2013. Namun, hingga kini janji itu belum terealisasi.

BBPD Alokasikan 4 Milyar

Pemerintah Provinsi NTT telah mengalokasikan dana 4 Milyar untuk menanggulangi masalah kekeringan ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT menyatakan akan memberi bantuan berupa droping air bersih untuk 14 Kabupaten di NTT dan pembuatan dua sumur bor untuk satu kabupaten.

“Bantuannya bersifat darurat berupa sentuhan air bersih dan dua sumur bor,” kata Kepala BPBD NTT, Tini Tadeus kepada Kompas.com, Senin (6/10/2014) malam.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, kekeringan tersebar merata di daratan Timor, Sumba, dan Flores. Terdapat 17 kabupaten di NTT yang mengalami kekeringan tinggi dan krisis air. Kepala BPBD Provinsi NTT Tini Tadeus, Senin (22/9/2014) mengatakan, 17 Kabupaten itu adalah Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Malaka, Belu, Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Rote Ndao, Sabu Raijua, Alor, Lembata, Flores Timur, Ende, Sikka, dan Nagekeo.(dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL