mh370 searchingKuala Lumpur, LiputanIslam.com — Amerika Serikat akhirnya mengeluarkan pernyataan yang membantah pesawat Malaysia Airlines MH370 mendarat di pangkalan militer mereka yang berada di tengah Samudra Hindia, Diego Garcia.

“MH370 tidak mendarat di Diego Garcia,” kata juru bicara Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuala Lumpur, Malaysia, seperti dilaporkan harian Britain Daily Mirror, Sabtu (12/4).

Surat kabar terbitan Inggris itu melaporkan, jawaban ini sekaligus merespons kabar angin dan spekulasi yang mengatakan pesawat dengan 239 penumpang dan awak kabin itu mendarat di pangkalan rahasia itu. “Tiada petunjuk mengatakan pesawat MH370 terbang berdekatan dengan Maladewa ataupun Diego Garcia.”

Juru bicara itu menambahkan, dalam upaya berkoordinasi dalam misi pencarian pesawat yang hilang sejak 8 Maret lalu itu, angkatan laut Amerika kini bekerja sama dengan Malaysia dan Australia bersama 26 negara lainnya. Adapun lokasi Diego Garcia sekitar 3,500 kilometer dari Malaysia.

Penerbangan MH370 yang membawa 227 penumpang dan 12 awak kabin ini hilang dari pantauan radar selama berada di Laut Cina Selatan pada 8 Maret 2014, kira-kira sejam setelah lepas lanas dari Kuala Lumpur International Airport pada 12.41 tengah malam. Pesawat itu semestinya mendarat di Beijing, Cina, pada 06.30 pagi di hari yang sama.

Hari Sabtu (12/4) ini memasuki hari ke-36 misi pencarian pesawat MH370 di Samudera Hindia. Tumpuan pencarian kini berfokus pada pengerahan kendaraan dalam air milik Amerika, Bluefin 21, lantaran dikhawatirkan baterai kotak hitam kehabisan energi seiring tak ada isyarat apa pun yang terdeteksi pasukan pencari dalam tempo 24 jam ini.

Sebelumnya dua sinyal getaran akustik terpantau pada Selasa (8/4), oleh kapal Australia Ocean Shield. Sementara satu isyarat lain yang dideteksi oleh pesawat Australia AP-3C Orion pada Kamis (10/4), dipastikan tidak ada kaitan dengan alat pendeteksi isyarat pesawat di bawah permukaan air.

Hari Rabu (9/4), Kepala Pusat Pengendalian Bersama (JACC), Marsekal Udara Angus Houston, mengatakan kendaraan dalam air akan dikerahkan saat tak ada isyarat yang terdeteksi. Pihak otoritas Malaysia memperkirakan baterai kotak hitam kemungkinan bertahan 10 hari lebih lama dari perkiraan sebelumnya, yakni 30 hari, sebelum berhenti mengirimkan isyarat getaran.

Sejak Jumat (11/4), pasukan pencari mendeteksi enam isyarat, dua di antaranya terpantau oleh kapal Cina, Haixun 01, pada 4 dan 5 April, sementara Ocean Shield mendeteksi empat isyarat pada 5 dan 8 April. Kotak hitam merekam data kokpit yang kemungkinan dapat memberi jawaban mengenai kejadian sebenarnya yang menimpa MH370.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*