john kerryWashington, LiputanIslam.com—Menteri Luar Negeri AS akhirnya mengakui bahwa kelompok militan yang disebutnya ‘moderat’ memang telah melakukan pemblokiran terhadap upaya kemanusiaan di Aleppo. Namun demikian, Menlu AS, John Kerry, menyalahkan Moskow dan Damaskus yang membuat para militan tidak punya pilihan lain.

“Memang benar, ada sejumlah kesempatan di mana beberapa elemen oposisi telah mengancam warga sipil yang ingin keluar dari Aleppo dan dalam beberapa kasus mereka menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan,” kata Kerry menjawab pertanyaan media Rusia, RT, pada jumpa pers di Paris usai pertemuan antara para Menlu AS, Eropa, dan Arab, Sabtu (10/12).

Kerry bahkan mengakui aksi para militan itu “sangat mengganggu” dan menyatakan bahwa Washington telah mengambil langkah-langkah agar para militan tidak melakukan perilaku yang “tidak bisa diterima”.

Kerry juga menyeru agar kelompok oposisi bersenjata di Suriah memikirkan bagaimana cara menyelamatkan Aleppo dan warganya melalui kesediaan untuk bernegosiasi.

Menurut Kerry, konflik Suriah tidak bisa dihentikan secara militer, dan satu-satunya jalan keluar adalah melalui perundingan damai.

Selama ini media-media mainstream selalu memberikan tuduhan bahwa pihak Suriah dan Rusia-lah yang memblokir bantuan kemanusiaan dari PBB. (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL